ARTEMETER + LUMEFANTRIN

Indikasi: 

pengobatan malaria Plasmodium falciparum akut tanpa komplikasi pada orang dewasa, anak dan bayi dengan berat badan 5 kg atau lebih.

Peringatan: 

tidak diindikasikan untuk pencegahan,gangguan fungsi hati dan ginjal yang berat; monitor pasien yang tidak dapat makan (resiko kambuh lebih besar); menyebabkan pusing sehingga perlu hati-hati saat mengemudi.

Interaksi: 

lihat kontra indikasi; tidak disarankan diberikan bersama dengan antimalaria lain karena data khasiat dan keamanan belum memadai. Jika diberikan setelah pemberian kina atau meflokuin, lakukan monitoring asupan makanan (untuk meflokuin) atau monitoring EKG (untuk kina). Pada pasien yang sebelumnya mendapat halofantrin, obat tidak boleh diberikan lebih cepat dari 1 bulan setelah dosis halofantrin; pemberian bersama ketokonazol dan inhibitor CYP3A4 lain memerlukan penyesuaian dosis, mengurangi efektivitas kontrasepsi bila diberikan bersamaan.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas; malaria berat; kehamilan trimester pertama; riwayat keluarga mengalami kematian mendadak atau perpanjangan interval QTc; gangguan keseimbangan elektrolit (hipokalemia, hipomagnesia); riwayat aritmia jantung; pasien mengkonsumsi obat yang dimetabolisme oleh enzim sitokrom CYP2D6 (flekainid, metoprolol, imipramin, amitriptilin, klomipramin); pasien mengkonsumsi obat yang dapat memperpanjang interval QTc (antiaritmia kelas IA dan III, neuroleptik, antidepresan, antibiotik (makrolida, flurokinolon, imidazol, dan antifungi triazol), antihistamin nonsedatif (terfenadin, astemizol, cisaprid); riwayat bradikardi, riwayat gagal jantung kongestif yang disertai pengurangan left ventricular ejection fraction; menyusui.

Efek Samping: 

sangat umum: sakit kepala, pusing, sakit perut, anoreksia; umum: gangguan tidur, palpitasi, perpanjangan interval QT, batuk, diare, mual, muntah, pruritus, ruam kulit, artralgia, mialgia, asthenia, kelelahan; sangat jarang: hipersensitivitas, ataksia, hipoestesia, clonus.

Dosis: 

Oral. Untuk meningkatkan absorpsi, diminum bersama makanan atau susu. Jika pasien muntah dalam waktu 1 jam, dosis harus diulang. Cara pemberian pada anak dan bayi: tablet dapat digerus. Dosis diberikan selama 3 hari berdasarkan berat badan: ≥ 35 kg (Dewasa dan Anak diatas 12 tahun), 4 tablet 2 kali sehari; 25 kg - < 35 kg, 3 tablet 2 kali sehari; 15 kg - < 25 kg, 2 tablet 2 kali sehari; ≥ 5 kg - <15 kg, 1 tablet 2 kali sehari.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id