ARTEMETER

Indikasi: 

pengobatan malaria berat termasuk malaria Plasmodium falciparum yang resisten terhadap klorokuin.

Peringatan: 

jangan melebihi dosis yang direkomendasikan, pemberian intramuskular dianjurkan pada pengobatan darurat pasien dengan malaria parah.

Interaksi: 

hindari pemberian bersama dengan obat yang memperpanjang interval QT seperti eritromisin, terfenadin, astemizol, probukol, antiaritmia kelas 1a (kuinidin, prokainamid, disopiramid), antiaritmia kelas III (amiodaron, bretilium), bepridil, sotalol, antidepresan trisiklik, neuroleptik tertentu dan fenotiazin.

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas, trimester pertama kehamilan, kecuali manfaat lebih besar daripada risikonya dan tidak ada alternatif antimalaria lain; riwayat aritmia, bradikardia yang secara bermakna klinis, dan gagal jantung kongestif yang diikuti dengan penurunan fraksi pemompaan ventrikular kiri; riwayat keluarga meninggal tiba-tiba atau perpanjangan interval QT kongenital; menyusui.

Efek Samping: 

demam (transient low fever), retikulositopenia, peningkatan SGOT, aritmia, nyeri perut, anoreksia, diare, mual, muntah, palpitasi, batuk, sakit kepala, pusing, gangguan tidur, asthenia, arthralgia, myalgia, ruam, pruritus.

Dosis: 

Injeksi intramuskular selama 5 hari. Dosis awal 3,2 mg/kg bb diikuti dengan 1,6 mg/kg bb selama 4 hari.Dosis untuk anak-anak atau pasien kelebihan berat badan harus diturunkan atau dinaikkan berdasarkan berat ideal di bawah pengawasan dokter.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id