ARIPIPRAZOL

Indikasi: 

skizofrenia, gangguan bipolar (terapi tunggal atau terapi tambahan terhadap litium atau valproat untuk episode mania akut akibat gangguan bipolar), terapi tambahan pada gangguan depresi mayor, iritabilitas akibat gangguan autisme, agitasi akibat skizofrenia atau gangguan bipolar.

Peringatan: 

lihat catatan di atas, riwayat kejang, geriatri (kurangi dosis awal), gangguan fungsi hati, kehamilan.

Interaksi: 

Hati-hati jika diberikan dalam kombinasi dengan obat yang bekerja sentral dan alkohol. Dapat meningkatkan efek antihipertensi tertentu karena sifatnya sebagai antagonis reseptor adrenergik alfa 1.

Kontraindikasi: 

lihat catatan di atas, menyusui.

Efek Samping: 

umum pada pasien dewasa: mual, muntah, konstipasi, sakit kepala, pusing, akatisia, ansietas, insomnia, gelisah, penglihatan kabur, dispepsia, mulut kering, sakit gigi, rasa tidak nyampan pada perut, letih, nyeri, kekakuan pada muskuloskeletal, nyeri ekstremitas, mialgia, spasme otot, sedasi, gangguan ekstrapiramidal, tremor, somnolens, agitasi, insomnia, ansietas, gelisah, nyeri faringolaringeal, batuk; umum pada anak dan remaja: somnolen, sakit kepala, muntah, gangguan ekstrapiramidal, letih, peningkatan nafsu makan, insomnia, mual, nasofaringitis dan peningkatan berat badan; jarang: takikardia, kejang; sangat jarang: salivasi meningkat, pankreatitis, nyeri dada, agitasi, gangguan bicara, kekakuan, rhabdomiolisis.

Dosis: 

skizofrenia: dewasa, oral 10 atau 15 mg/hari, peningkatan dosis tidak boleh dilakukan sebelum 2 minggu, dosis lebih tinggi tidak lebih efektif, remaja: 10 mg/hari, gangguan bipolar: dewasa 30 mg/hari, anak dan remaja 10 mg/hari, gangguan depresi mayor: dewasa 2-15 mg/hari, pada anak dan remaja belum ada data, agitasi terkait skizofrenia atau mania bipolar: injeksi intramuskular 9,75 mg.