APIKSABAN

Indikasi: 

pencegahan kejadian tromboemboli vena (Venous Thromboembolic Events, VTE) pada pasien dewasa paska operasi penggantian pinggul atau lutut.

Peringatan: 

risiko perdarahan, kerusakan ginjal, kerusakan hati ringan dan sedang, anastesi neuraksial, operasi pinggul yang retak, tukak pada saluran pencernaan, riwayat stroke hemoragik, hipertensi berat, infeksi endokarditis,  paska operasi otak, sumsum tulang belakang, atau mata, sedang menggunakan obat yang meningkatkan risiko perdarahan, tidak direkomendasikan penggunaan pada kehamilan dan menyusui.

Interaksi: 

risiko perdarahan meningkat pada penggunaan bersama dengan antiplatelet, AINS, antikoagulan dan sulfinpirazon, antifungi (ketokonazol, itrakonazol, vorikonazol, dan posakonazol) meningkatkan konsentrasi plasma apiksaban (disarankan untuk dihindari), antibakteri (rifampisin) menurunkan konsentrasi plasma apiksaban, antivirus, hindari penggunaan bersama dengan atazanavir, darunavir, fosamprenavir, indinavir, lopinavir, nelfinavir, ritonavir, saquinavir dan tipranavir.

Kontraindikasi: 

perdarahan aktif, penyakit hati terkait koagulopati dan risiko perdarahan lainnya.

Efek Samping: 

umum:anemia, perdarahan, memar, dan mual; Tidak umum: hipotensi, trombositopenia, epistaksis, perdarahan saluran pencernaan, perdarahan melalui anus (hematozesia), peningkatan transaminase, peningkatan aspartat aminotransferase, peningkatan gamma-glutamiltransferase, gangguan pada hasil uji fungsi hati, peningkatan fosfatase alkali darah, peningkatan bilirubin darah, hematuria.

Dosis: 

oral, 2,5 mg dua kali sehari, diberikan 12-24 jam setelah operasi. Pengobatan dilakukan selama 10-14 hari untuk pasca operasi penggantian lutut atau 32-38 hari untuk pasca operasi penggantian pinggul.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id