AMISULPRID

Indikasi: 

skizofrenia akut dan kronis (dengan gejala positif dan/atau negatif).

Peringatan: 

penyesuaian dosis pada insufisiensi ginjal, riwayat kejang, lansia; pada pasien penyakit parkinson, hanya diberikan jika sangat diperlukan.

Interaksi: 

tidak boleh dikombinasi dengan obat agonis dopaminergik (amantadin, apomorfin, bromokriptin, kabergolin, entakapon, lisurid, pergolid, priribedil, pramipeksol, kuinagolid, ropinirol) kecuali pada pasien penyakit Parkinson. Pada kondisi harus mengatasi gejala ekstrapiramidal akibat neuroleptik, jangan diatasi dengan agonis dopaminergik tapi gunakan antikolinergik. Kombinasi dengan sultoprid, meningkatkan risiko aritmia ventrikel, terutama torsades de pointes.

Kontraindikasi: 

hipersensitif pada amilsuprid atau komponen obat, feokromositoma yang sedang menggunakan obat antidopaminergik; kehamilan, menyusui; anak usia di bawah 15 tahun.

Efek Samping: 

peningkatan kadar prolaktin serum sehingga menyebabkan galaktorea, amenorea, ginekomastia, payudara membengkak, impotensi, frigiditas; berat badan meningkat, gejala ekstrapiramidal (tremor, hipertonia, hipersalivasi, akatisia, hipokinesia); mengantuk, gangguan saluran cerna seperti konstipasi, mual, muntah, mulut kering.

Dosis: 

Oral, 50-300 mg/hari, Dosis disesuaikan dengan kebutuhan individual, dosis optimum 100 mg/hari. Untuk gejala campuran (gejala positif dan negatif), awal terapi 400-800 mg/hari. Dosis maksimal 1200 mg. Jika dosis harian kurang dari 400 mg, diberikan sebagai dosis tunggal. Dan dosis dua kali sehari jika lebih dari 400 mg.