AMIODARON HIDROKLORIDA

Indikasi: 

lihat di atas (harus dimulai di rumah sakit atau di bawah supervisi dokter ahli jantung)

Peringatan: 

uji fungsi hati dan fungsi tiroid diperlukan sebelum terapi dan kemudian tiap 6 bulan; kadar kalium serum, sinar X toraks diperlukan sebelum terapi; gagal jantung, gangguan ginjal; usia lanjut, bradikardia dan gangguan konduksi berat pada dosis berlebih; pemberian intravena dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang moderat dan transien (kolaps sirkulasi terjadi pada pemberian yang cepat atau dosis berlebih) atau toksisitas hepatoselular berat (pantau transaminase dengan teliti); porfiria.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (Amiodaron).

Kontraindikasi: 

bradikardi sinus, blok SA; kecuali bila digunakan pacu jantung hindarkan pada gangguan konduksi yang berat atau penyakit nodus SA; gangguan fungsi tiroid; kehamilan dan menyusui (lampiran 3); sensitivitas terhadap iodium; hindari pemberian intravena pada gagal pernapasan yang berat, kolaps sirkulasi, hipotensi arterial yang berat.

Efek Samping: 

mikrodeposit di kornea yang reversibel (kadang-kadang dengan silau di malam hari), jarang gangguan penglihatan akibat neuritis optik; neuropati perifer dan miopati (biasanya reversibel bila obat dihentikan); bradikardia dan gangguan konduksi; fototoksisitas dan jarang pewarnaan kulit menjadi abu-abu yang persisten; hipotiroidisme, hipertiroidisme; alveolitis paru yang difus, pneumonitis, dan fibrosis; peningkatan transaminase serum (mungkin perlu penurunan dosis atau penghentian obat bila disertai dengan penyakit hati akut); penyakit kuning, hepatitis dan sirosis; jarang mual, muntah, rasa logam, gemetar, mimpi buruk, vertigo, sakit kepala, sukar tidur, rasa lelah, kepala botak, kesemutan, tekanan intrakranial sedikit meningkat, impotensi, epididimoorkitis; rash (termasuk dermatitis eksfoliatif), hipersensitivitas termasuk vaskulitis, gangguan ginjal dan trombositopenia; anemia hemolitik atau aplastik; anafilaksis bila disuntikkan cepat, juga hipotensi, bronkospasme, berkeringat, dan muka merah.

Dosis: 

oral, 200 mg 3 kali sehari selama 1 minggu, 200 mg 2 kali sehari selama 1 minggu berikutnya; dosis penunjang, biasanya 200 mg sehari atau dosis minimal yang diperlukan untuk mengendalikan aritmia. Infus intravena via kateter vena sentral, 5 mg/ kg bb selama 20-120 menit dengan pantauan EKG; maksimal 1,2 g dalam 24 jam.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id