ALISKIREN HEMIFUMARAT+AMLODIPIN BESILAT

Indikasi: 

hipertensi yang tidak cukup terkontrol dengan monoterapi, terapi pengganti pada pasien yang menerima aliskiren dan amlodipin dalam sediaan terpisah.

Peringatan: 

gangguan fungsi hati; pasien berusia di bawah 18 tahun atau lebih dari 64 tahun; menyusui; diare berat dan persisten; infark miokard atau stroke; pasien yang mengalami kekurangan volume cairan atau sodium (misalnya karena penggunaan diuretik, diet rendah natrium, atau dehidrasi); pasien dengan gangguan fungsi ginjal; risiko disfungsi ginjal atau perubahan elektrolit serum; stenosis katup aorta dan mitral; kardiomiopati hipertrofi obstruktif; gagal jantung; reaksi anafilaktik dan angioedema; renal arteri stenosis.

Interaksi: 

AINS, siklosporin, furosemid, ketokonazol, verapamil, diuretik hemat kalium, suplemen kalium, substitusi garam yang mengandung kalium atau obat lain yang meningkatkan serum kalium, jus grapefruit, simvastatin, atorvastatin, penghambat CYP3A4 (diltiazem, itrakonazol, ritonavir).

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas terhadap zat aktif atau eksipien atau derivat dihidropiridin lainnya, kehamilan atau merencanakan hamil, penggunaan bersama dengan siklosporin, itrakonazol, kuinidin, verapamil, hipotensi berat, syok, obstruksi aliran darah keluar ventrikel kiri, gagal jantung tak stabil secara hemodinamik setelah mengalami infark miokard akut, penggunaan bersama penghambat ACE dan angiotensin II reseptor bloker pada pasien diabetes melitus tipe 2, kerusakan ginjal berat (GFR <30 mL/menit/1,73 m2, riwayat angioedema akibat aliskiren, angioedema idiopatik atau herediter, sedang mengalami diare berat dan persisten.

Efek Samping: 

sama dengan efek samping masing-masing monoterapi; umum: Diare, hiperkalemia, pusing, sakit kepala, mengantuk, palpitasi, kulit kemerahan, nyeri abdomen, mual, edema, kelelahan, artralgia; tidak umum: ruam, sindrom Stevens Johnson,  nekrolisis epidermal toksik, kerusakan ginjal, hipotensi, periferal edema, insomnia, perubahan suasana hati termasuk kecemasan, tremor, hipoestesia, disgeusia, parestesia, pingsan, diplopia, kerusakan penglihatan, tinnitus, dispnea, rinitis, muntah, dispepsia, mulut kering, konstipasi, alopesia, hiperhidrosis, pruritus, purpura, perubahan warna kulit, fotosensitivitas, nyeri punggung, spasme otot, mialgia, gangguan berkemih, nokturia, pollakiuria, ginekomastia, disfungsi ereksi, astenia, nyeri, malaise, nyeri dada, berat badan turun, berat badan naik; jarang: angioedema, penurunan hemoglobin, penurunan hematokrit, kenaikan kreatinin darah, gagal ginjal, hipersensitivitas; sangat jarang: leukositopenia, trombositopenia, reaksi alergi, hiperglikemia, hipertonia, neuropati perifer, aritmia, fibrilasi atrial, bradikardi, takikardi ventrikel, infark miokard, vaskulitis, batuk, pankreatitis, gastritis, hiperplasia gingiva, hepatitis, ikterus, urtikaria, erythema multiforme, kenaikan enzim hepatik.

Dosis: 

awal satu tablet sehari, aliskiren 150 mg+5 mg. Bila tekanan darah tetap tidak terkontrol setelah 2-4 minggu, dosis dapat dititrasi hingga maksimal satu tablet aliskiren 300 mg+10 mg