ALFAKALSIDOL

Indikasi: 

peningkatan dari beberapa gejala (hipokalsemia, tetani, nyeri tulang, lesi tulang), yang berkaitan dengan metabolisme yang abnormal dari vitamin D seperti pada kondisi: gagal ginjal kronik, hipoparatiroidism, Vitamin D-resistant rickets dan oeteomalasia.

Peringatan: 

untuk menghindari over dosis, harus disesuaikan dengan pemantapan kadar kalsium dalam serum pada rentang normal dengan monitoring secara teratur. Sering dimonitor.
Pada kasus hiperkalsemia, terapi dengan alfakalsidol harus dihentikan dengan segera.

Interaksi: 

obat-obat yang mengandung Magnesium, sediaan-sediaan digitalis, sediaan-sediaan kalsium, Vitamin D dan turunannya, dan Barbiturat atau anti konvulsan lain.

Kontraindikasi: 

hiperkalsemia, metastatic calcification.

Efek Samping: 

gejala dari over dosis meliputi: anoreksia, kelesuan, nausia, muntah, diare, kehilangan berat badan, poliurea, berkeringat, sakit kepala, haus, vertigo, dan meningkatkan kadar kalsium dan fosfat dalam plasma dan urin.

Dosis: 

Dosis disesuaikan dan disertai monitoring kadar kalsium dalam serum. Gagal ginjal kronik dan osteoporosis dewasa: Oral 0,5-1,0 mcg sekali sehari. Dosis disesuaikan menurut usia pasien dan beratnya gejala Hipoparatiroidism dan penyakit lain yang berkaitan dengan metabolisme Vitamin D yang abnormal. Dewasa: Oral 1,0-4,0 mcg sehari sekali. Dosis dapat disesuaikan berdasarkan jenis penyakit, usia pasien, beratnya gejala dan tipe penyakit.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id