AKARBOSA

Indikasi: 

diabetes mellitus yang tidak dapat diatur hanya dengan diet atau diet dengan obat antidiabetik oral.

Peringatan: 

pemantauan fungsi hati; dapat meningkatkan efek hipoglikemia insulin dan sulfonilurea (episode hipoglikemia dapat diobati dengan glukosa oral tapi tidak dengan sukrosa).

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (akarbosa).

Kontraindikasi: 

wanita hamil (Lampiran 4), wanita menyusui (Lampiran 5), anak, inflammatory bowel disease (seperti ulserativa kolitis, Crohn's disease), obstruksi usus halus sebagian (atau predisposisi), gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal (Lampiran 3), hernia, riwayat bedah perut.

Efek Samping: 

flatulensi, tinja lunak, diare (mungkin perlu pengurangan dosis atau penghentian), perut kembung dan nyeri, mual (jarang), reaksi pada kulit dan fungsi hati yang tidak normal. Ada laporan ileus, udema, ikterus, dan hepatitis.

Dosis: 

dosis perlu disesuaikan oleh dokter secara individu karena efikasi dan tolerabilitas bervariasi. Dosis rekomendasi adalah: awal 3x1 tablet 50mg/hari, dilanjutkan dengan 3x1/2 tablet 100 mg/hari. Dilanjutkan dengan 3x2 tablet 50 mg atau 3x1-2 tablet 100 mg. Peningkatan dosis dapat dilakukan setelah 4-8 minggu, bila pasien menunjukkan respon tidak adekuat. Tak perlu penyesuaian dosis pada usia lanjut (>65 tahun).Tidak dianjurkan untuk anak dan remaja di bawah 18 tahun. Konseling: Tablet dikunyah bersama satu suapan pertama makanan atau ditelan utuh dengan sedikit air segera sebelum makan. Untuk mengantisipasi kemungkinan efek hipoglikemia, pasien yang mendapat insulin atau suatu sulfonilurea atau akarbosa harus selalu membawa glukosa (bukan sukrosa karena akarbosa mempengaruhi absorpsi sukrosa).

Keterangan: 

Akarbosa bekerja menghambat alpha-glukosidase sehingga memperlambat dan menghambat penyerapan karbohidrat.

List Nama Dagang

Untuk informasi nama produk terkini dapat melihat cekbpom.pom.go.id