9.5.6 Vitamin K

Vitamin K diperlukan untuk produksi faktor pembeku darah dan berbagai protein yang diperlukan untuk kalsifikasi tulang yang normal.

Karena vitamin K larut dalam lemak, penderita dengan malabsorpsi lemak, khususnya bila ada obstruksi bilier atau penyakit hati, bisa mengalami defisiensi. Pemberian oral untuk pencegahan defisiensi vitamin K pada sindrom malabsorpsi, sediaan larut air, menadiol natrium fosfat harus digunakan; dosis biasanya sekitar 10 mg tiap hari. Antikoagulan kumarin oral bekerja menghambat metabolisme vitamin K pada sel hati dan efeknya dapat diantagonis dengan memberikan vitamin K (lihat 2.8.2).

Perdarahan akibat defisiensi vitamin K. Bayi baru lahir yang kekurangan vitamin K dan tidak menerima suplemen vitamin K berisiko perdarahan serius termasuk perdarahan intrakranial.

Vitamin K (sebagai fitomenadion) 1 mg dosis tunggal dapat diberikan secara intramuskular pada saat bayi lahir; hal ini mencegah perdarahan akibat defisiensi vitamin K pada bayi, untuk bayi prematur dapat diberikan 400 mcg/kg bb (maksimal 1 mg). Pemberian secara intravena lebih disukai untuk bayi prematur dengan berat badan lahir sangat rendah tetapi cara seperti ini tidak memberikan efek jangka panjang injeksi intramuskular, oleh karena itu bayi yang diberi sediaan intravena harus tetap diberi vitamin K oral.

Bayi dengan risiko terjadi perdarahan karena defisiensi vitamin K, harus diberi vitamin K intramuskular saat lahir; termasuk bayi yang mengalami aspiksia atau perdarahan; bayi yang lahir dari ibu dengan penyakit hati atau menggunakan obat antikonvulsan yang menginduksi enzim (karbamazepin, fenobarbital, fenitoin), rifampisin atau warfarin. Pada bayi dengan gangguan empedu, vitamin K harus diberikan secara intravena atau intramuskular karena penyerapan oral biasanya terganggu.

Sebagai alternatif, pada bayi sehat yang tidak memiliki risiko perdarahan, vitamin K dapat diberikan lewat mulut. Dua dosis sediaan koloid (mixed micelle) fitomenadion 2 mg harus diberikan pada minggu pertama. Sedangkan dosis pertama diberikan saat bayi lahir. Untuk bayi yang menyusu, dosis ketiga fitomenadion 2 mg diberikan pada usia 1 bulan; dosis ketiga ini tidak perlu diberikan jika bayi diberi susu formula karena susu formula mengandung vitamin K.

Monografi: 

FITOMENADION (VITAMIN K)

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

injeksi intravena harus diberikan perlahan (lihat juga di bawah). Pemberian parenteral pada bayi prematur kurang dari 2,5 kg (risiko kern ikterus meningkat).

Interaksi: 

Lampiran 1 (vitamin).

Dosis: 

lihat keterangan di atas.

Keterangan: 

Kemasan tablet 25 mg. Untuk dikunyah atau dibiarkan larut perlahan dalam mulut.

MENADIOL NATRIUM FOSFAT

Indikasi: 

Dosis; lihat catatan di atas.

Peringatan: 

defisiensi G6PD (lihat 9.4.4) dan defisiensi vitamin E (risiko hemoilisis).

Interaksi: 

Lampiran 1 (vitamin).

Kontraindikasi: 

neonatus, bayi, dan hamil tua.