9.5.4 Vitamin D

Catatan. Istilah vitamin D digunakan untuk berbagai zat yang memiliki sifat mencegah atau menyembuhkan riketsia. Di dalamnya tercakup ergokalsiferol (kalsiferol, vitamin D2) kolekalsiferol (vitamin D3), dihidrotakisterol, alfakalsidol (1 alfa-hidroksi-kolekalsiferol) dan kalsitriol (1,25- dihidroksikolekalkiferol).

Defisiensi nutrisi vitamin D pada anak jarang terjadi, tetapi dapat terjadi pada etnik tertentu dan karena malabsorpsi. Jumlah vitamin D yang dibutuhkan bayi tergantung pada penyimpanan in-utero dan keterpaparan terhadap matahari. Jumlah vitamin D dalam air susu ibu bervariasi dan bayi yang menyusui terutama prematur atau dilahirkan oleh ibu dengan defisiensi vitamin  D, dapat mengalami defisiensi.

Pada anak, defisiensi vitamin D dapat dicegah dengan suplementasi oral 200-400 unit ergokalsiferol (kalsiferol, vitamin D2) per hari, dengan menggunakan sediaan obat tetes multivitamin, tetapi harus dipertimbangkan bahwa suplementasi yang berlebihan (bila menggunakan sediaan yang mengandung kalsium) dapat menyebabkan hiperkalsemia.

Pada anak, mineralisasi tulang yang tidak memadai dapat disebabkan oleh defesiensi atau kurangnya kerja vitamin D dan metabolit aktifnya. Hal ini menyebabkan tulang bengkok dan distorsi (ricket); tetapi pemberian dosis awal vitamin D harus diturunkan setelah beberapa minggu, karena ada risiko hiperkalsemia.

Mineralisasi tulang yang buruk pada neonatus dan anak-anak dapat juga disebabkan asupan fosfat atau kalsium yang tidak memadai terutama pada pemberian nutrisi parenteral jangka panjang. Suplementasi dengan fosfat (bab 9.5) atau kalsium (bab 9.5) mungkin diperlukan. Ricket hipofosfatemik dapat terjadi karena ekskresi fosfat yang tidak normal; pengobatan dengan fosfat oral dosis tinggi dan bentuk hidroksilasi (aktif) dari vitamin D menyebabkan mineralisasi tulang dan optimalisasi pertumbuhan.

Defisiensi nutrisi vitamin D paling baik diatasi dengan kolekalsiferol atau ergokalsiferol. Suplementasi vitamin D biasanya diberikan sebagai kombinasi dengan suplemen kalsium pada hipokalsemia yang menetap pada neonatus dan pada penyakit ginjal kronis. Pada orang dewasa, defisiensi vitamin D sederhana dapat dicegah dengan suplementasi oral hanya 10 ug (400 UI) ergokalsiferol (kalsiferol, vitamin D ) per hari. Defisiensi vitamin D terjadi pada mereka yang jarang terpapar sinar matahari dan diet rendah vitamin D. Pada pasien ini, ergokalsiferol oral 20 mcg (800 unit) perhari dapat mencegah defisiensi vitamin D. Karena tidak ada tablet biasa dengan kekuatan ini, dapat diberikan tablet kalsium bersama ergokalsiferol (walau kalsium tidak diperlukan). 

Pada orang dewasa dan anak, defisiensi vitamin D yang disebabkan oleh malabsorpsi intestinal atau penyakit hati kronis biasanya memerlukan vitamin D dalam dosis farmakologis, seperti tablet kalsiferol sampai 1 mg (40.000 UI) per hari; untuk dewasa, hipokalsemia karena hipoparatiroidisme sering memerlukan dosis sampai 2,5 mg (100.000 UI) per hari untuk mencapai normokalsemia.

Vitamin D memerlukan hidroksilasi di ginjal menjadi bentuk aktifnya, karena itu pada penderita kerusakan ginjal berat yang memerlukan terapi vitamin D diberikan derivat hidroksilasi dari alfakalsidol dan kalsitriol. Kalsitriol juga diindikasikan untuk pengobatan osteoporosis pascamenopause.

Penting. Semua penderita yang menerima dosis farmakologis vitamin D harus memeriksakan kadar plasma kalsium dengan interval waktu tertentu (awalnya tiap minggu) dan bila mual atau muntah. Air susu wanita yang mengkonsumsi vitamin D dosis farmakologis dapat menyebabkan hiper-kalsemia bila diberikan pada bayi.

Monografi: 

ALFAKALSIDOL

Indikasi: 

peningkatan dari beberapa gejala (hipokalsemia, tetani, nyeri tulang, lesi tulang), yang berkaitan dengan metabolisme yang abnormal dari vitamin D seperti pada kondisi: gagal ginjal kronik, hipoparatiroidism, Vitamin D-resistant rickets dan oeteomalasia.

Peringatan: 

untuk menghindari over dosis, harus disesuaikan dengan pemantapan kadar kalsium dalam serum pada rentang normal dengan monitoring secara teratur. Sering dimonitor.
Pada kasus hiperkalsemia, terapi dengan alfakalsidol harus dihentikan dengan segera.

Interaksi: 

obat-obat yang mengandung Magnesium, sediaan-sediaan digitalis, sediaan-sediaan kalsium, Vitamin D dan turunannya, dan Barbiturat atau anti konvulsan lain.

Kontraindikasi: 

hiperkalsemia, metastatic calcification.

Efek Samping: 

gejala dari over dosis meliputi: anoreksia, kelesuan, nausia, muntah, diare, kehilangan berat badan, poliurea, berkeringat, sakit kepala, haus, vertigo, dan meningkatkan kadar kalsium dan fosfat dalam plasma dan urin.

Dosis: 

Dosis disesuaikan dan disertai monitoring kadar kalsium dalam serum. Gagal ginjal kronik dan osteoporosis dewasa: Oral 0,5-1,0 mcg sekali sehari. Dosis disesuaikan menurut usia pasien dan beratnya gejala Hipoparatiroidism dan penyakit lain yang berkaitan dengan metabolisme Vitamin D yang abnormal. Dewasa: Oral 1,0-4,0 mcg sehari sekali. Dosis dapat disesuaikan berdasarkan jenis penyakit, usia pasien, beratnya gejala dan tipe penyakit.

ERGOKALSIFEROL (Kalsiferol, Vitamin D2)

Indikasi: 

lihat catatan di atas.

Peringatan: 

perhatikan agar digunakan dosis yang tepat pada anak; monitor plasma kalsium pada pasien yang menerima dosis tinggi dan kerusakan ginjal.

Kontraindikasi: 

hiperkalsemia; kalsifikasi metastatik.

Efek Samping: 

gejala overdosis termasuk, anoreksia, malas, mual dan muntah, diare, berat badan turun, poliuria, berkeringat, sakit kepala, haus, vertigo, dan kadar kalsium serta fosfat meningkat dalam plasma dan urin.

Dosis: 

lihat catatan di atas.

KOLEKALSIFEROL (VITAMIN D3)

Indikasi: 

lihat Ergokalsiferol.

Peringatan: 

lihat Ergokalsiferol.

Kontraindikasi: 

lihat Ergokalsiferol.

Efek Samping: 

lihat Ergokalsiferol- alternatif ergokalsiferol dalam tablet ergokalsiferol dan injeksi.

KALSITRIOL (1,25-HIDROKSIKOLEKALSIFEROL)

Indikasi: 

lihat catatan di atas.

Peringatan: 

lihat di bawah Ergokalsiferol.

Kontraindikasi: 

lihat di bawah Ergokalsiferol.

Efek Samping: 

lihat di bawah Ergokalsiferol.

Dosis: 

renal osteodystrophy, DEWASA, dosis awal 250 nanogram tiap hari atau dua hari sekali, ditingkatkan bila perlu dengan tahap 250 nanogram dan interval 2-4 minggu; dosis biasa 0.5-1 mcg tiap hari; ANAK belum diketahui. Osteoporosis pascamenopause yang telah dipastikan 250 nanogram dua kali (monitor plasma kalsium dan kreatinin, lihat keterangan pada produk).

PARIKALSITOL

Indikasi: 

lihat catatan diatas; hiperparatirodisme sekunder yang terkait dengan gagal ginjal kronis.

Peringatan: 

pantau kadar kalsium dan fosfat dalam plasma sebelum memberikan infus minimal beberapa bulans etelah stabil; pantau kadar hormon paratiroid; kehamilan (lampiran 4); menyusui (lampiran 5);

Interaksi: 

lampiran 1 (vitamin).

Kontraindikasi: 

lihat ergokalsiferol.

Efek Samping: 

lihat ergikalsiferol; hiperkalsemia; hiperfosfatemia, pruritus, gangguan indra perasa.

Dosis: 

injeksi intravena secara lambat- lihat keterangan pada produk; dosis awal maksimum 40 mcg.