9.4.2.2 Pengikat Fosfat

Sediaan yang mengandung aluminium dan kalsium digunakan sebagai zat pengikat fosfat dalam penanganan komplikasi hiperfosfatemia pada gagal ginjal. Pengikat fosfat yang mengandung kalsium dikontraindikasikan pada hiperkalsemia atau hiperkalsiuria. Pengikat fosfat yang mengandung aluminium dapat meningkatkan kadar aluminium plasma pada pasien yang menjalani dialisis.

Monografi: 

ALUMINIUM HIDROKSIDA

Indikasi: 

dispepsia, hiperfosfatemia (lihat 9.5.2.2).

Peringatan: 

lihat keterangan di atas; gangguan ginjal (Lampiran 3).

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (antasida).

Kontraindikasi: 

hipofosfatemia, porfiria.

Dosis: 

1-2 tablet dikunyah 4 kali sehari dan sebelum tidur atau bila diperlukan. Suspensi: 1-2 sachet (7-14 mL), 3-4 kali sehari, anak > 8 tahun: ½ -1 sachet, 3-4 kali sehari.

KALSIUM KARBONAT

Indikasi: 

hiperfosfatemia.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Interaksi: 

Lampiran 1 (garam kalsium).

Efek Samping: 

hiperkalsemiaTablet, kalsium karbonat 420 mg.Konseling. Dapat dikunyah, dihancurkan, atau ditelan utuh.

Dosis: 

suplemen kalsium, atau zat pengikat fosfat (dengan makan) pada gagal ginjal, sesuai dengan kebutuhan penderita.

LANTANUM KARBONAT HIDRAT

Indikasi: 

Pengikat fosfat untuk mengontrol hiperfosfatemia pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis atau continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD).

Peringatan: 

ulkus peptik akut; kolitis ulseratif; penyakit Crohn; obstruksi usus besar; gangguan fungsi hati, lakukan monitoring fungsi hati; menyusui; pasien insufisiensi ginjal dapat mengalami hipokalsemia; monitor kalsium serum;. Keamanan dan efikasi penggunaan pada anak belum diketahui pasti; penggunaan harus dihentikan jika terjadi hipofosfatemia; hasil X-rays abdominal pasien yang mengkonsumsi lanthanum karbonat dapat mengalami penampakan radio-opaque seperti agen kontras. 

Interaksi: 

Lantanum karbonat hidrat dapat meningkatkan pH gastrik. Untuk senyawa yang diketahui berinteraksi dengan antasid, disarankan tidak dikonsumsi dalam 2 jam pemberian dosis lantanum karbonat hidrat (mis. klorokuin, hidroksiklorokuin dan ketokonazol); interaksi dengan obat-obat seperti tetrasiklin, doksisiklin dan ofloksasin adalah mungkin secara teoritis dan jika obat-obat tersebut diberikan bersama dengan lantanum karbonat hidrat, disarankan untuk tidak dikonsumsi dalam 2 jam pemberian dengan lantanum karbonat hidrat. 

Kontraindikasi: 

kehamilan; hipersensitif terhadap lanthanum karbonat hidrat; hipofosfatemia. 

Efek Samping: 

Reaksi efek samping yang paling banyak dilaporkan, dengan pengecualian hipokalsemia, adalah yang berhubungan dengan gastrointestinal; efek-efek samping tersebut diminimalisir dengan meminum lantanum karbonat hidrat bersamaan dengan makanan dan secara umum dikurangi dengan dosis yang berlanjut (lihat Dosis). Perubahan QT sementara telah teramati tetapi tidak berhubungan dengan peningkatan efek samping jantung.

Dosis: 

Dewasa, dosis awal, 750 mg sehari dalam dosis terbagi, dikunyah segera setelah makan, disesuaikan setiap 2-3 minggu, berdasarkan kadar fosfat dalam plasma (rentang dosis lazim 1,5-3 g sehari dalam dosis terbagi). Dosis maksimum yang diuji pada uji klinik pada jumlah pasien terbatas adalah 3750 mg.

Tidak dianjurkan penggunaan pada ank dan remaja (< 18 tahun).