9.4.1.3 Magnesium

Magnesium merupakan unsur penting dalam banyak sistem enzim, khususnya yang terlibat dalam pembentukan energi; cadangan terbesar terdapat dalam skelet.

Garam magnesium tidak diserap secara baik dari saluran cerna; hal ini bisa dipakai untuk menjelaskan kegunaan magnesium sulfat (1.4.4) sebagai laksatif osmotik. Magnesium diekskresi terutama melalui ginjal dan mengalami hambatan bila ada gagal ginjal, tetapi hipermagnesemia (menyebabkan kelemahan otot dan aritmia) jarang terjadi.

HIPOMAGNESEMIA. Karena magnesium diekskresi dalam jumlah besar melalui cairan usus, maka kehilangan cairan yang berlebihan saat diare, stoma, atau fistula merupakan penyebab paling sering dari hipomagnesemia; defisiensi dapat pula timbul pada alkoholisme atau sebagai akibat terapi beberapa obat. Hipomagnesemia sering menyebabkan hipokalsemia sekunder dan juga hipokalemia dan hiponatremia. Hipomagnesemia simtomatik disebabkan defisit 0,5-1 mmol/kg bb; sehingga mungkin diperlukan sampai 160 mmol Mg 2+ selama 5 hari untuk menutup defisit (memungkinkan pengeluaran melalui urin). Magnesium dosis awal berupa magnesium sulfat diberikan secara infus intravena atau injeksi intramuskuler; penyuntikan intramuskuler menyebabkan nyeri. Kadar magnesium plasma harus diukur untuk menentukan kecepatan dan lama infus, dan dosis harus diturunkan pada kerusakan ginjal. Pada dewasa, untuk mencegah berulangnya defisit, magnesium dapat diberikan per oral dengan dosis 24 mmol Mg 2+ tiap hari dalam dosis terbagi. Untuk pemeliharaan (misalnya pada nutrisi intravena) dosis parenteral magnesium adalah 10-20 mmol Mg 2+ sehari (lazimnya sekitar 12 mmol Mg 2+ tiap hari). Pada anak, untuk pemeliharaan (misal nutrisi intravena), dosis parenteral magnesium berkisar 0,2-0,4 mmol/ kg bb (maksimal 20 mmol) Mg2+ per hari.

ARITMIA. Magnesium sulfat dianjurkan untuk pengobatan darurat aritmia serius, khususnya bila ada hipokalemia (hipomagnesemia dapat menyertai) dan bila munculnya takikardia ventrikuler menunjukkan tanda twisting wave front yang dikenal sebagai torsades de pointes. Pada dewasa, dosis lazim magnesium sulfat adalah injeksi intravena sebanyak 8 mmol Mg 2+ selama 10 - 15 menit (diulangi satu kali bila perlu).

INFARK MIOKARD. Pengurangan mortalitas pada penderita yang diduga infark miokard dan diberi injeksi intravena awal magnesium sulfat 8 mmol Mg 2+ dalam 20 menit dilanjutkan dengan infus intravena 65-72 mmol Mg 2+ dalam 24 jam selanjutnya, belum terbukti pada studi yang lebih besar. Namun beberapa ahli tetap menganggap bahwa magnesium tetap memberi manfaat bila diberikan segera (dan sepanjang ada kemungkin terjadi reperfusi).

EKLAMPSIA. Magnesium sulfat menunjukkan peran besar dalam eklampsia untuk mencegah serangan (seizure) berulang. Regimen pengobatan bervariasi antar rumah sakit. Injeksi kalsium glukonat digunakan pada penanganan keracunan magnesium. Magnesium sulfat bermanfaat pada wanita dengan praeklampsia yang dapat menjadi eklampsia. Pasien harus dimonitor secara hati-hati (lihat Magnesium sulfat).

Catatan: Magnesium sulfat 1 g ekuivalen dengan Mg 2+ kurang lebih 4 mmol.

Monografi: 

MAGNESIUM SULFAT

Indikasi: 

lihat keterangan di atas; konstipasi, pasta untuk bisul, 13.10.5.

Peringatan: 

kerusakan ginjal (lihat Lampiran 2); pantau magnesium dan elektrolit lain; pada hipomagnesemia yang berat mula-mula diberikan melalui alat kontrol infus (lebih disukai syringe pump);

Interaksi: 

Lampiran 1 (garam magnesium).

Efek Samping: 

biasanya dihubungkan dengan hipermagnesemia, mual, muntah, haus, flushing kulit, hipotensi, aritmia, koma, depresi napas, ngantuk, bingung, hilang refleks tendon, lemah otot; kolik dan diare pada pemberian oral.

Dosis: 

lihat keterangan di atas.