9.4.1.1 Kalsium

Suplemen kalsium biasanya hanya diperlukan bila asupan kalsium tidak cukup. Kebutuhan diet berbeda menurut usia dan relatif lebih besar pada anak-anak, kehamilan, dan sewaktu menyusui karena kebutuhan yang lebih besar, dan pada lansia karena kelainan absorpsi. Pada osteoporosis asupan kalsium dengan dosis dua kali dari yang direkomendasikan dapat menurunkan laju kehilangan tulang. Jika asupan kurang dari yang direkomendasikan, suplemen sebesar 40 mmol dapat diberikan. Hipokalsemia pada anak dapat disebabkan oleh defisiensi vitamin D, kelainan metabolisme, kegagalan sekresi (hipoparatiroidisme), atau resistensi terhadap hormon paratiroid (pseudohipoparatiroidisme).

Pada anak, hipokalsemia tanpa gejala yang ringan dapat ditangani dengan suplementasi kalsium oral. Hipokalsemia dengan gejala yang berat memerlukan infus intravena kalsium glukonat 10% selama 5-10 menit, diulang jika gejala tetap ada, bahkan pada keadaan tertentu diperlukan pemberian infus selama 1 hari atau lebih.

Hipokalsemia yang menetap memerlukan suplementasi kalsium oral dan analog vitamin D (alfakalsidol atau kalsitriol) untuk hipoparatiroidisme dan pseudohipoparatiroidisme atau vitamin D alami (kalsiferol) jika disebabkan defisiensi vitamin D. Penting untuk memantau kalsium urin dan kalsium plasma selama terapi pemeliharaan jangka panjang.

Neonatus. Hipokalsemia umum dijumpai pada beberapa hari pertama kehidupan, terutama sesudah kelahiran dengan asoiksia atau gangguan pernafasan. Jika muncul 4-10 hari sesudah kelahiran, dapat disebabkan oleh defisiensi vitamin D, hipoparatiroidisme atau hipomagnesemia dan mungkin disebabkan serangan.

Pada tetani hipokalsemik, injeksi awal intravena 10 mL (2,25 mmol) kalsium glukonat 10% harus dilanjutkan dengan infus yang yang berkesinambungan sebanyak 40 mL (9 mmol) per hari, tetapi kalsium plasma harus dimonitor. Regimen ini dapat pula digunakan segera untuk mengurangi, untuk sementara, efek toksik hiperkalemia.

Monografi: 

GARAM KALSIUM

Indikasi: 

lihat catatan di atas; defisiensi kalsium.

Peringatan: 

kerusakan ginjal; sarkoidosis;

Interaksi: 

Lampiran 1 (garam kalsium).

Kontraindikasi: 

kondisi yang berhubungan dengan hiperkalsemia dan hiperkalsiuria (contohnya beberapa bentuk keganasan).

Efek Samping: 

gangguan gastrointestinal ringan; bradikardia, aritmia, dan iritasi setelah injeksi intravena.

Dosis: 

melalui mulut, tiap hari dalam dosis terbagi, lihat catatan di atas.Dengan cara injeksi intravena perlahan, untuk hipokalsemia akut, kalsium glukonat 1-2 g (2.25 - 4.5 mmol Ca2+). ANAK minta petunjuk dokter anak.

KALSIUM KLORIDA + ASAM LAKTAT

Indikasi: 

dialisis peritoneal pada pasien gagal ginjal akut maupun kronik yang memerlukan dialisis bila terapi non dialisis dianggap tidak memadai; intoksikasi akut oleh substansi yang dapat didialisis, air dan ketidakseimbangan elektrolit.

Dosis: 

dewasa: 1000 sampai 2000 USP unit/literAnak-anak: 50 unit/100 mL larutan dialisis.