Nutrisi Enteral

Anak-anak memiliki kebutuhan nutrisi per kg bb yang lebih tinggi, kecepatan metabolisme dan respon fisiologi yang berbeda dibanding orang orang dewasa. Mereka hanya memiliki cadangan nutrisi yang rendah yang amat diperlukan oleh pertumbuhan dan memiliki berbagai masalah nutrisi selama periode kritis tumbuh kembangnya.

Cadangan protein tubuh cepat habis pada penderita yang sakit berat, khususnya semasa menderita penyakit kronis atau pada penderita luka bakar, trauma luas, pankreatitis, atau fistula intestinal. Sering makan akan sangat berguna dan penderita sebaiknya dianjurkan makan camilan tambahan atau makan makanan biasa di antara jam makan. Walaupun demikian, kalori, protein, nutrien lain, dan vitamin tambahan paling baik diberikan dengan menambah makanan berisi nutrisi lengkap dalam bentuk cair (tube feeding).

Bila pasien tidak dapat makan secara normal, misalnya pasien yang luka parah di wajah, obstruksi esofagus, atau koma, maka hanya makanan yang bernutrisi lengkap yang harus diberikan. Ini direncanakan oleh ahli gizi yang akan memperhitungkan asupan protein dan kebutuhan energi total pasien dan menentukan bentuk serta kebutuhan relatif karbohidrat dan lemak untuk kebutuhan energi.

Untuk anak, harus dilakukan upaya optimal sebelum memulai enteral tube feeding, mencakup perubahan posisi, duduk, kursi khusus, peralatan feeding, desensitisasi, perubahan tekstur makanan, pengenceran cairan, peningkatan kepadatan energi makanan, pengobatan refluks atau esofagitis atau penggunaan suplemen makanan yang disesuaikan dengan umur pasien.

Enteral tube feeding berperan dalam rehabilitasi jangka pendek dan penanganan nutrisi jangka panjang pada pasien anak. Dapat sebagai terapi penunjang atau terapi utama. Pasien anak yang menerima enteral tube feeding tetap harus dianjurkan untuk makan dan minum melalui mulut.

Tube feeding pada anak hanya dilakukan pada kondisi:

  • Berbahaya untuk menelan dan aspirasi.
  • Tidak mampu mengkonsumsi paling tidak 60% dari energi yang dibutuhkan melalui mulut.
  • Waktu total feeding lebih dari 4 jam/hari.
  • Berat badan turun atau tidak naik selama 3 bulan (kurang dari 3 bulan untuk anak lebih muda atau bayi).

Tersedia beberapa makanan dengan nutrisi lengkap dan pemanfaatannya mengurangi beban kerja penyiapan makanan di rumah sakit atau di rumah. Kebanyakan mengandung protein berasal susu atau kedelai. Beberapa mengandung protein hidrolisat atau asam amino bebas dan hanya tepat untuk penderita yang tidak dapat mengolah protein, seperti pada gastritis atau kekurangan enzim pankreas.

Walau telah diberikan makanan dengan nutrisi lengkap, penting untuk memonitor air dan keseimbangan elektrolit. Mineral tambahan (misalnya magnesium dan seng) mungkin diperlukan oleh pasien yang kehilangan cairan gastrointestinal. Vitamin tambahan mungkin juga diperlukan. Mungkin diperlukan test hematologi dan biokimiawi khususnya pada penderita yang belum stabil.

ANAK. Pemilihan formula terbaik untuk anak tergantung pada beberapa faktor seperti kebutuhan nutrisi, fungsi saluran cerna, penyakit penyerta, larangan makanan, umur dan karakter nutrisi (komposisi nutrisi, viskositas, osmolalitas). Bayi dan anak kecil mempunyai kebutuhan khusus dan pada banyak kejadian, makanan cair yang disiapkan untuk dewasa tidak cocok dan tidak boleh diberikan ke anak. Harus diminta petunjuk ahli.