9.2.2 Plasma dan Pengganti Plasma

Plasma dan pengganti plasma (koloid) mengandung molekul besar yang tidak memiliki ruang intravaskuler dimana molekul-molekul tersebut menggunakan tekanan osmotik untuk mempertahankan volume sirkulatori. Dibandingkan dengan cairan yang mengandung elektrolit misalnya natrium klorida dan glukosa (kristaloid), volume koloid yang lebih kecil dibutuhkan untuk menghasilkan ekspansi yang sama dari volume darah sehingga mengurangi overload garam dan air di ekstravaskular. Jika resusitasi memerlukan volume cairan yang melebihi dosis maksimum koloid, diberikan juga kristaloid, jika perlu bersama dengan packed red cells.

Larutan albumin yang dibuat dari darah, mengandung protein dan elektrolit tetapi tanpa faktor pembekuan, antibodi golongan darah, atau plasma kolinesterase; dapat diberikan tanpa memandang golongan darah penerima.

Albumin digunakan setelah fase akut suatu penyakit, untuk mengkoreksi defisit volume plasma pada pasien dengan retensi garam dan air dan udem; tetapi penggunaan albumin untuk hipoalbuminemia bukan indikasi yang tepat. Penggunaan albumin dalam kehilangan plasma atau darah yang akut sebenarnya tidak berguna; lebih tepat menggunakan pengganti plasma. Larutan albumin konsentrat dapat juga digunakan untuk menghasilkan diuresis pada penderita hipoalbuminemik (misalnya pada sirosis hati).
Tidak ada bukti terbaru yang menunjukkan bahwa penggunaan albumin meningkatan mortalitas.

Plasma dan pengganti plasma seringkali digunakan pada pasien dengan kondisi penyakit yang parah yang kondisinya tidak stabil. Oleh karena itu diperlukan pengawasan yang ketat dan terapi cairan dan elektrolit harus disesuaikan dengan kondisi pasien.

Efek samping: Reaksi hipersensitif dapat timbul termasuk reaksi anafilaktoid berat (jarang). Dapat terjadi peningkatan waktu perdarahan yang bersifat sementara. 

Monografi: 

LARUTAN ALBUMIN (HUMAN ALBUMIN SOLUTION)

Indikasi: 

lihat pada Larutan Isotonik dan Larutan Konsentrat (20%-25%) dan keterangan di atas.

Peringatan: 

riwayat penyakit jantung atau gangguan sirkulasi (pemberian perlahan untuk menghindarkan naiknya tekanan darah secara cepat dan kegagalan jantung, dan monitor fungsi kardiovaskuler dan respirasi); koreksi dehidrasi sewaktu memberi larutan konsentrat).

Kontraindikasi: 

gagal jantung, anemia berat.

Efek Samping: 

reaksi alergi dengan mual, muntah, salivasi yang meningkat, demam, dan menggigil dilaporkan.

Keterangan: 

Larutan mengandung protein dari plasma, serum, atau plasenta normal; paling sedikit 95% dari protein adalah albumin. Larutannya bisa isotonik (mengandung protein 4-5%) atau konsentrat (mengandung protein 15-5%).

LARUTAN ISOTONIK

Indikasi: 

kehilangan volume plasma akut atau sub-akut misalnya luka bakar, pankreatitis, trauma, dan komplikasi pembedahan; plasma exchange.

LARUTAN KONSENTRAT (20-25%)

Indikasi: 

hipoalbuminemia berat dengan volume plasma yang rendah dan udem (umum) yang membutuhkan pembatasan garam dan air serta penambahan volume plasma; ditambahkan pada pengobatan hiperbilirubinemia dengan exchange transfusion pada neonatus.

Keterangan: 

Informasi nama dagang secara lengkap dapat dilihat pada buku IONI 2008.