NATRIUM INTRAVENA

Natrium klorida dalam larutan isotonik menyediakan ion ekstrasel yang paling penting dalam kadar yang mendekati fisiologis; diindikasikan untuk kehilangan natrium yang dapat timbul dari keadaan seperti gastroenteritis, ketoasidosis diabetik, ileus, dan asites. Pada defisit yang berat dari 4 hingga 8 liter, 2-3 liter natrium klorida isotonik dapat diberikan dalam 2-3 jam; kemudian infus dapat diperlambat. Pemberian berlebihan harus dihindarkan; tekanan vena jugular harus dinilai; daerah basal paru-paru harus diperiksa untuk adanya krepitasi, dan pada pasien lanjut usia atau pasien yang sakit berat akan lebih baik untuk dipantau tekanan vena atrium kanan atau tekanan vena sentral.

Hiponatremia kronik karena sekresi tidak memadai dari hormon antidiuretik harus dikoreksi dengan restriksi cairan. Tetapi, jika natrium klorida diperlukan untuk hiponatremia akut dan kronik tanpa memperdulikan penyebabnya, kekurangan harus dikoreksi secara hati-hati untuk mencegah risiko terjadinya gejala demielinasi osmotik dan peningkatan kadar plasma natrium tidak boleh melebihi 10 mmol/l dalam 24 jam. Pada hiponatremia yang berat, natrium klorida 1,8 % dapat digunakan secara hati-hati. Natrium klorida dan larutan glukosa diindikasikan bila ada kehilangan air dan natrium sekaligus. Campuran 1:1 natrium klorida isotonik dan glukosa 5% memungkinkan sebagian air (bebas natrium) memasuki sel tubuh yang paling menderita karena dehidrasi sedangkan garam natrium bersama air, yang dipastikan dengan adanya plasma Na+ yang normal, tetap tinggal di ekstrasel. Pemberian cairan harus sesuai dengan kebutuhan dan harus dimonitor untuk menghindari ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Penyakit atau luka dapat meningkatkan sekresi hormon antidiuretik sehingga terjadi gangguan kemampuan ekskresi kelebihan air. Penggunaan larutan yang tidak tepat misalnya natrium klorida 0,18% dan glukosa 4% dapat menyebabkan hiponatremia dilusi terutama pada anak dan orang tua; jika perlu, dimintakan pedoman penggunaan dari klinisi.

Kombinasi kehilangan natrium, kalium, klorida, dan air dapat timbul, misalnya, dengan diare yang hebat atau muntah yang persisten; penggantian dilakukan dengan infus natrium klorida 0,9% intravena dan infus glukosa intravena 5% dengan jumlah kalium yang sesuai.

Campuran natrium laktat (larutan Hartmann’s) dapat digunakan untuk menggantikan larutan natrium klorida isotonik selama pembedahan atau pada manajemen awal pasien cedera atau terluka.

Neonatus. Kebutuhan natrium untuk umumnya neonatus sehat adalah 3 mmol/kg bb/hari. Bayi prematur, terutama yang berusia di bawah 30 hari, dapat memerlukan sampai dengan 6 mmol/kg bb/hari. Hiponatremia dapat terjadi karena kehilangan natrium dalam jumlah banyak, dilusi dan pembatasan asupan cairan yang tidak sesuai. Suplementasi natrium kadang dibutuhkan jika kadar natrium dalam serum berkurang secara nyata. Hipernatremia dapat juga terjadi karena terbatasnya kemampuan akibat ketidak-matangan fungsi ginjal untuk mengekskresikan narium.

Hipernatremia berat dapat menyebabkan kerusakan otak yang menetap. Natrium dalam sediaan dapat diperoleh dalam jumlah yang signifikan oleh pasien jika diberikan melalui infus yang terus menerus (contohnya 1 mL/ jam natrium klorida 0,9% yang diberikan secara infus 24 jam ekivalen dengan natrium 3,6 mmol/hari). 

Monografi: 

NATRIUM KLORIDA

Indikasi: 

ketidakseimbangan elektrolit, lihat 11.2.1.2.

Peringatan: 

batasi asupannya pada gangguan fungsi ginjal, gagal jantung, hipertensi, udem perifer dan paru-paru, toksemia kehamilan.

Efek Samping: 

pemberian dosis besar dapat menyebabkan penumpukan natrium dan udem.

Dosis: 

lihat catatan di atas.

Catatan: 

Natrium Klorida (Generik) Intravena Infus natrium klorida kekuatan biasa 0,9% (9 g, 150 mmol tiap Na+ dan Cl-/liter) kekuatan ini diberikan bila yang diminta larutan garam normal untuk injeksi (K). Ampul 2 mL, 5 mL, 10 mL, 20 mL, 50 mL

Di rumah sakit, kemasan 500 dan 1000 mL, dan kadang ukuran lain tersedia; infuse 0,45%, 20%.

Catatan. Istilah garam normal (normal saline) tidak boleh digunakan untuk menjelaskan infus natrium klorida 0,9% intravena; istilah garam faali dapat diterima tapi lebih baik diberikan komposisinya (yaitu infus natrium klorida klorida 0,9% intravena).