Sediaan Parenteral Pada Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit

Larutan elektrolit diberikan intravena untuk memenuhi kebutuhan normal akan cairan dan elektrolit atau untuk menggantikan kekurangan yang cukup besar atau kehilangan yang berkelanjutan, untuk pasien yang mual dan muntah dan tidak mungkin dengan pemberian per oral. Bila tidak mungkin diberikan intravena, cairan (seperti natrium klorida 0,9% atau glukosa 5%) dapat pula diberikan subkutan dengan hipodermoklisis.

Keadaan dan keparahan gangguan keseimbangan elektrolit pada setiap pasien harus dinilai dari anamnesis serta pemeriksaan klinis dan biokimiawi. Kehilangan natrium, kalium, klorida, magnesium, fosfat, dan air dapat timbul secara sendiri-sendiri dan bersamaan dengan atau tanpa gangguan pada keseimbangan asam-basa; untuk penggunaan magnesium dan fosfat, lihat 11.5.

Larutan isotonik dapat diinfuskan dengan aman ke vena perifer. Larutan berkadar lebih tinggi daripada plasma, misal glukosa 20% paling baik diberikan melalui indwelling catheter yang dimasukkan ke vena yang besar.

Jumlah kebutuhan cairan pemeliharaan biasanya didapat dari hubungan antara berat badan dan kecepatan metabolik, tabel berikut ini dapat dijadikan pedoman untuk bayi di atas 1 bulan. Kebutuhan glukosa diperlukan untuk meminimalkan glukoneogenesis dari asam amino yang diperoleh dari penguraian (break down) otot.

Sudah umum untuk memenuhi kebutuhan ini dengan menggunakan larutan baku natrium klorida dan glukosa. Larutan yang mengandung 20 mmol/liter kalium klorida memenuhi kebutuhan kalium jika diberikan dalam volume yang sesuai, penyesuaian mungkin diperlukan jika ada ketidakmampuan pengeluaran cairan atau elektrolit, kehilangan cairan melalui ginjal dalam jumlah besar atau berkelanjutan. Jumlah kebutuhan yang sesuai tergantung pada keadaan klinis dan jenis kehilangan; lihat Peringatan pada hiponatremia dilusi di bawah.

Kebutuhan cairan untuk anak di atas 1 tahun

Berat badan

Kebutuhan cairan selama 24 jam

Di bawah 10 kg

100 mL/kg bb

10-20 kg

1 0 0 m L / k g b b u n t u k 1 0 k g pertama

+50 mL/kg bb untuk setiap 1 kg bb di atas 10 kg

Di atas 20 kg

100 mL/kg bb untuk 10 kg pertama

+50 mL/kg bb untuk setiap 1 kg bb antara 10-20 kg

+20 mL/kg bb untuk setiap 1 kg bb di atas 20 kg (maksimal 2L untuk perempuan, 2,5 L untuk pria)

Catatan: Kebutuhan cairan di atas harus disesuaikan dengan mempertimbangkan faktor yang dapat menurunkan kehilangan cairan (misalnya peningkatan hormon antidiuretik, gagal ginjal, hipotermia, dan kelembaban yang tinggi di sekitar) atau meningkatkan kehilangan cairan (pireksia atau luka bakar).

Peringatan. Selama hidrasi parenteral, elektrolit dan cairan yang diberikan harus diawasi secara ketat, dan gangguan harus diatasi dengan pemberian infus secara perlahan dari larutan yang sesuai. Volume cairan yang diberikan melalui infus harus memperhitungkan kemungkinan penurunan kehilangan cairan yang disebabkan peningkatan hormon antidiuretik dan berbagai faktor seperti gagal ginjal, hipotermia dan kelembaban tinggi.

Hiponatremia dilusi jarang terjadi tetapi merupakan risiko fatal dari hidrasi parenteral. Hal ini dapat disebabkan penggunaan cairan yang tidak sesuai seperti infus intravena natrium klorida 0,18% dan glukosa 4%, terutama sesudah operasi dimana sekresi hormon antidiuretik meningkat. Hiponatremia dilusi ditandai dengan turunnya kadar natrium plasma secara cepat yang dapat menyebabkan udema serebral dan serangan. Anak yang mengalami hiponatremia berat atau perubahan kadar natrium plasma secara cepat harus segera dirujuk keperawatan dengan fasilitas lengkap.

Terapi pengganti: jika anak mengalami dehidrasi lebih dari 10%, atau dehidrasi 5-10% tetapi tidak mampu menelan atau mentoleransi rehidrasi enteral, umumnya dibutuhkan pemberian cairan pengganti secara intravena. Rehidrasi oral cukup memadai, jika dapat ditoleransi, pada kebanyakan anak yang mengalami dehidrasi kurang dari 10%. Kebutuhan elektrolit dan cairan ditentukan berdasarkan pengamatan klinik dan keseimbangan cairan.

Neonatus. Neonatus dapat kehilangan cairan melalui kulit dan hidung, terutama bayi prematur atau ada kerusakan pada kulit. Kebutuhan dasar cairan untuk neonatus dengan fungsi ginjal normal adalah 100-200 mL/kg bb/hari dan sebagai glukosa biasanya 10%. Pemberian terus menerus infus obat dalam glukosa 10% membatasi asupan air yang sebenarnya tidak diperlukan. Kebutuhan dapat dimodifikasi tergantung hasil pengamatan elektrolit dan cairan dan dikurangi pada kelainan ginjal. Beberapa bayi prematur dapat membutuhkan sampai 180 mL/kg bb per hari setelah 48 jam pertama.