9.1.5 Defisiensi G6PD

Defisiensi Glukosa 6-Fosfat Dehidrogenase (G6PD) prevalensinya sangat tinggi pada populasi yang berasal dari sebagian besar daerah Afrika, Asia, Oseania, dan Eropa Selatan; namun demikian dapat juga ditemui pada populasi lain, walaupun jarang. Individu dengan defisiensi G6PD mudah terserang anemia hemolitik akut bila minum obat-obat yang umum dipakai. Penderita juga mudah terkena anemia hemolitik akut ketika menghirup fava beans (vicia faba); hal ini disebut dengan favism dan cenderung lebih parah pada anak atau bila fava beans dimakan mentah.

Ketika meresepkan obat untuk penderita dengan defisiensi G6PD, 3 hal berikut harus diperhatikan:

  1. Defisiensi G6PD adalah heterogen secara genetik; ada variasi kepekaan terhadap risiko hemolitik karena obat; jadi, obat yang aman untuk beberapa orang yang defiensi G6PD mungkin tidak aman untuk sebagian penderita yang lain;
  2. Produsen obat tidak melakukan pengujian rutin efek obat pada individu dengan defisiensi G6PD;
  3. Risiko dan keparahan hemolisis hampir selalu bergantung pada dosis.

Daftar di bawah ini harus dibaca dengan memperhatikan faktor di atas. Bila memungkinkan, informasi tentang defisiensi G6PD harus tersedia sebelum pasien diberi obat yang ada dalam daftar di bawah ini. Jika tidak ada informasi, kemungkinan hemolisis harus diwaspadai khususnya bila penderita termasuk grup populasi yang lazim mengalami defisiensi G6PD. Seringkali penderita defisiensi G6PD dengan anemia hemolitik nonsferositik kronik mengalami hemolisis meskipun tidak ada pemicu eksogen namun jumlah mereka sangat sedikit. Para penderita ini harus dipastikan memiliki risiko tinggi untuk eksaserbasi hemolisis yang berat bila menggunakan obat yang termasuk dalam daftar di bawah ini.

Obat dengan risiko hemolisis yang pasti pada sebagian besar penderita defisiensi G6PD
Dapson dan sulfon lain (dosis tinggi untuk dermatitis herpetiformis cenderung menimbulkan masalah)
Metilen biru 
Niridazol 
Nitrofurantoin 
Pamakuin
Primakuin (30 mg tiap minggu selama 8 minggu telah ditemukan tanpa efek yang berbahaya pada orang Afrika dan Asia, lihat 5.4.1)
Kuinolon (termasuk siprofloksasin, asam nalidiksat, norfloksasin, dan ofloksasin) 
Sulfonamid (termasuk kotrimoksazol; beberapa sulfonamid, contohnya sulfadiazin, telah diteliti tidak menimbulkan hemolisis pada kebanyakan pasien defisiensi G6PD).

 

Obat dengan kemungkinan risiko hemolisis pada beberapa pasien defisiensi G6PD
Asetosal (dapat ditoleransi pada dosis sedikitnya 1 g tiap hari pada kebanyakan orang dengan defisiensi G6PD)
Klorokuin (ditoleransi pada malaria akut)
Menadion, turunan yang larut air (misalnya menadiol natrium fosfat)
Probenesid
Kinidin (ditoleransi pada malaria akut)
Kinin (ditoleransi pada malaria akut)

Catatan. Naftalen pada Mothballs juga mengakibatkan hemolisis pada pasien dengan defisiensi G6PD