9.1.1 Anemia Defisiensi Besi

Pengobatan dengan sediaan besi hanya diberikan bila terjadi defisiensi besi. Sebelum pengobatan dimulai, sangat penting untuk memastikan bahwa anemia bukan disebabkan oleh penyebab lainnya (misalnya karena cacing, erosi lambung, kanker saluran cerna).

Profilaksis dengan sediaan besi hanya dilakukan pada individu yang mempunyai faktor risiko lain untuk terjadinya defisiensi besi (misalnya diet buruk), malabsorpsi, menoragi, kehamilan, setelah gastrektomi subtotal atau total, pasien hemodialisis, dan pada penanganan bayi dengan berat badan lahir rendah, misalnya pada bayi prematur. 

Sediaan Besi Oral
Garam besi harus diberikan secara oral kecuali bila ada alasan kuat untuk diberikan dengan cara pemberian lain.

Tidak terdapat perbedaan efisiensi penyerapan besi antara garam fero yang satu dengan lainnya, tetapi garam feri sangat sedikit diserap. Laju regenerasi hemoglobin tidak banyak dipengaruhi oleh jenis garam yang digunakan, asalkan jumlah besi yang diberikan cukup, dan pada kebanyakan pasien kecepatan respons bukan hal yang kritis. Pilihan sediaan biasanya ditentukan berdasarkan efek samping dan biaya.

Dosis oral untuk anemia defisiensi besi sebesar 100-200 mg per hari. Dosis oral yang diberikan dalam bentuk fero sulfat sebesar 200 mg (= 65 mg besi elemental), diberikan 3 kali sehari; dosis garam fero 200 mg satu atau dua kali sehari hanya efektif untuk profilaksis atau untuk anemia defisiensi besi yang ringan.

Pada anak, dosis oral besi untuk mengobati defisiensi adalah 3-6 mg/kg bb (maksimal 200 mg)/hari diberi dalam 2-3 dosis terbagi. Suplementasi besi juga diperlukan untuk menghasilkan respon epoetin yang optimal pada anak dengan anemia defisiensi besi yang disertai gagal ginjal kronik atau bayi prematur.

Kandungan besi pada beberapa garam besi

  Garam Besi Jumlah Kadar besi fero  
 

Fero fumarat

Fero glukosat

Fero sulfat

Fero sulfat Kering

Natrium feredat

200 mg

300 mg

300 mg

200 mg

190 mg

65 mg

35 mg

60 mg

65 mg

27,5 mg

 

RESPON TERAPETIK. Kadar hemoglobin harus naik sekitar 100-200 mg per 100 mL (1-2 g per liter) per hari atau 2 g/100 mL (20 g/liter) dalam 3-4 minggu. Setelah hemoglobin kembali normal, terapi harus diteruskan untuk 3 bulan berikutnya untuk menaikkan cadangan besi. Perubahan jaringan epitel seperti glositis atrofik dan koilonikia biasanya membaik walaupun respons sering lambat. Penyebab yang paling sering tidak adanya respons pada anak adalah kurangnya kepatuhan, sedangkan penyerapan yang buruk jarang terjadi pada anak.

Profilaksis Defisiensi besi pada neonatus. Pada neonatus, kadar hematokrit dan hemoglobin berubah dengan cepat. Perubahan ini bukan karena defisiensi besi dan tidak bisa dikoreksi dengan suplementasi besi. Demikian juga anemia pada neonatus yang sering diambil darahnya untuk pemeriksaan, juga tidak memberikan respon terhadap pemberian besi.

Semua bayi, termasuk bayi prematur, dilahirkan dengan persediaan besi, tetapi persediaan besi akan berkurang kalau tidak diberi asupan yang memadai. Semua bayi memerlukan asupan besi 400-700 nanogram per hari untuk memelihara persediaan besi dalam tubuh. Besi dalam air susu ibu mudah diabsorpsi tetapi pada makanan buatan atau susu formula absorpsinya berkurang. Kebanyakan susu formula difortifikasi dengan besi untuk mencegah defisiensi besi.

Dosis: Suplementasi besi untuk profilaksis (5 mg besi/hari) diperlukan pada bayi dengan berat badan lahir rendah dan hanya diberi air susu ibu. Suplementasi dimulai 4-6 minggu sesudah lahir dan dilanjutkan sampai memperoleh makanan tambahan. Bayi dengan pola makan yang buruk, dapat mengalami anemia saat berumur 2 tahun, terutama jika minum susu sapi tanpa tambahan suplementasi besi.

EFEK SAMPING. Iritasi saluran cerna mungkin timbul akibat garam besi. Keluhan mual dan nyeri epigastrik tergantung dari dosis tetapi hubungan antara dosis dan perubahan defekasi (konstipasi atau diare) masih kurang jelas. Sediaan besi oral, khususnya sediaan lepas lambat, dapat memperburuk diare pada pasien dengan inflammatory bowel disease; penggunaan pada pasien dengan striktur dan divertikulum usus juga harus hati-hati.

Sediaan besi oral dapat menimbulkan konstipasi khususnya pada pasien lanjut usia, kadang berlanjut kepada pemadatan (impaction) feses.

Bila timbul efek samping, dosis bisa diturunkan; sebagai alternatif, dapat digunakan garam besi lain namun perubahan toleransinya disebabkan oleh rendahnya elemen besi. Efek samping fero sulfat tidak lebih besar daripada efek samping yang ditimbulkan oleh garam besi lain bila pembandingan didasarkan pada kesetaraan elemen besi.

Sediaan besi dapat merupakan penyebab umum overdosis pada anak-anak. Untuk terapi overdosis, lihat penanganan darurat pada keracunan.

SEDIAAN KOMBINASI. Beberapa sediaan oral mengandung asam askorbat untuk membantu absorpsi besi tetapi manfaat sediaan kombinasi ini minimal sedangkan biayanya mahal.

Tidak ada justifikasi untuk penambahan zat aktif lainnya, seperti kelompok vitamin B kecuali vitamin B12 (kecuali asam folat untuk wanita hamil, lihat Besi dan asam Folat di bawah).

SEDIAAN LEPAS LAMBAT. Sediaan lepas lambat diberikan satu kali sehari, tetapi sebenarnya tidak memberikan manfaat lebih baik sehingga perlu pertimbangan matang bila akan digunakan. Sediaan Ini melepaskan besi secara bertahap. Kejadian efek samping yang rendah menunjukkan rendahnya kadar besi yang tersedia untuk diabsorpsi, hal ini kemungkinan disebabkan besi dilepaskan di area usus yang kurang tepat untuk absorpsi besi.

Sediaan besi parenteral
Besi dapat diberikan secara parenteral dalam bentuk dekstran besi atau sukrosa besi. Pemberian zat besi secara parenteral dilakukan ketika terapi oral tidak memungkinkan karena pasien tidak dapat mentoleransi sediaan besi oral, atau yang tidak kooperatif, atau jika terjadi perdarahan hebat berkelanjutan, atau malabsorpsi.

Pasien gagal ginjal kronik termasuk anak yang menjalani hemodialisis (dan mereka yang menerima dialisis peritoneal) membutuhkan besi secara intravena (lihat Eritropoietin, bagian 9.1.3). Kecuali pasien gagal ginjal berat yang menerima hemodialisis, sediaan parenteral tidak dapat memberikan respons hemoglobin yang lebih cepat daripada sediaan oral. Dekstran besi, suatu kompleks besi hidroksida dengan dekstran, dan sukrosa besi, suatu kompleks besi hidroksida dengan sukrosa, digunakan sebagai sediaan parenteral. Reaksi anafilaktoid dapat timbul pada pemberian kompleks besi secara parenteral, sehingga harus diberikan dosis awal yang rendah dan fasilitas untuk resusitasi harus tersedia. Jika pasien anak mengeluh tentang gejala akut terutama mual, nyeri tulang belakang, sukar bernafas dan hipotensi, pemberian besi parenteral harus dihentikan.

Monografi: 

BESI (III) HIDROKSIDA DALAM SUKROSA

Indikasi: 

anemi kekurangan besi pada pasien yang mengalami hemodialisis kronik yang sedang menjalani terapi suplemen eritropoietin.

Peringatan: 

pemberian sediaan parenteral iron dapat menyebabkan alergi berat atau reaksi anafilaktik yang cendrung fatal. Oleh karena itu fasilitas resusitasi kardiopulmunari harus memadai. Pada saat terjadi anafilaktik parah atau reaksi alergi, pemberian injeksi besi dihentikan, injeksi adrenalin intra muskular diberikan seketika dan tindakan lain yang mendukung sejalan dengan prosedur resusitasi kardiopulmonari di klinik atau rumah sakit.

Interaksi: 

seperti semua sediaan besi parenteral, sediaan ini tidak dapat diberikan secara bersama sediaan besi oral, karena absorbsi besi oral akan menurun. Sebelumnya terapi besi oral harus dimulai 5 hari setelah injeksi besi terakhir.

Kontraindikasi: 

alergi, gangguan termasuk asma, eksim dan anafilaksis; penyakit hati; infeksi.opotensi, bradikardi, AV.

Efek Samping: 

gangguan rasa; lebih sedikit biasanya rasa mual, muntah-muntah, sakit perut, diare, nyeri dada, sakit kepala, demam, mialgia, hipersensitivas, reaksi seperti hipotensi, takikardia, palpilasi, flusing, bronkospasme, dispnea, pruritus, urticaria, ruam kulit; reaksi lokasi suntikan yang mencakup radang urat darah; jarang terjadi pada perifer, udem, paraestesia, kelelahan, reaksi anafilaktoid.

Dosis: 

Orang dewasa dan lebih tua: total dosis kumulatif setara dengan total defisit besi (mg), ditentukan berdasarkan kadar haemoglobin dan berat badan. Dosis dan penjadwalan dosis untuk iron secara individu diperkirakan untuk masing-masing pasien berdasarkan pada perhitungan dari total defisit besi.

Total defisit besi (mg) = berat badan [kg] x (Hb-actual Hb target) [g/l] x 0,24* + besi depot [mg] Sampai ke 35 kg bb: Hb target = 130 g/L resp. besi depot = 15 mg/kg bb.Berat badan di atas 35 kg: Hb target = 150 g/L resp. besi depot = 500 mg * Faktor = 0,0034 x 0,07 x 1000 (besi dari haemoglobin 0,34%/ volume darah 7% dari berat badan / Faktor 1000 = konversi dari g ke mg)Total jumlah besi yang diperlukan ditentukan dari salah satu perhitungan di atas atau yang berikut tablet dosis (yang didasarkan pada suatu haemoglobin target dari 130 g/L untuk berat badan < 35 kg dan 150 g/L untuk berat badan > 35 kg).

BESI DEKSTRAN (KOMPLEKS BESI HIDROKSIDA DAN DEKSTRAN YANG MENGANDUNG 50 MG/ML BESI)

Indikasi: 

anemia defisiensi besi, lihat catatan di bawah.

Peringatan: 

meningkatkan risiko reaksi alergi, jangan memberikan sediaan besi secara oral dalam 5 hari setelah suntikan terakhir; gangguan fungsi hati (lihat lampiran 2); gangguan fungsi ginjal (lampiran 3); kehamilan (lampiran 4).

Kontraindikasi: 

riwayat alergi termasuk asma dan eksim; infeksi; artritis rematoid aktif.

Efek Samping: 

mual, muntah, nyeri abdomen; flushing, reaksi anafilaktoid, dispnea, numbness, demam, urtikaria, ruam, artralgia, myalgia, pandangan menjadi kabur; efek samping injeksi termasuk phlebitis, kadang-kadang diare, aritmia, hipotensi, nyeri pada leher, seizure, tremor, pusing, lelah, berkeringat.

Dosis: 

pemberian secara injeksi intramuskular, injeksi IV lambat atau melalui infus, pemberian dosis dengan memperhitungkan berat badan dan kekurangan zat besi yang diderita (lihat keterangan pada produk). Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 14 tahun.

BESI +ASAM FOLAT

Indikasi: 

sediaan ini digunakan untuk pencegahan defisiensi besi dan asam folat pada kehamilan; sediaan harus dibedakan dari sediaan yang digunakan untuk mencegah neural tube defect janin pada wanita hamil. Penting untuk diperhatikan bahwa asam folat dosis kecil dalam sediaan ini tidak memadai untuk pengobatan anemia megaloblastik.

FERO FUMARAT

Indikasi: 

lihat Fero Sulfat.

Peringatan: 

lihat Fero Sulfat.

Efek Samping: 

lihat Fero Sulfat

Dosis: 

1-2 tablet 200 mg 3 kali sehariSirop Fero Fumarat 140 mg (besi 45 mg)/5 mL 10-20 mL dua kali sehari; Bayi Prematur 0,6-2,4 mL/kg bb/hari, Anak hingga 6 tahun 2,5-5 mL dua kali sehari

FERO GLUKONAT

Indikasi: 

lihat Fero Sulfat.

Peringatan: 

lihat Fero Sulfat.

Interaksi: 

lihat Fero Sulfat.

Kontraindikasi: 

lihat Fero Sulfat.

Efek Samping: 

lihat Fero Sulfat.

Dosis: 

profilaksis, 2 tablet sehari sebelum makan; terapeutik 4-6 tablet sehari dalam dosis terbagi sebelum makan; ANAK 6-12 tahun, profilaktik dan terapeutik, 1-3 Tablet sehari, sesuai dengan usia.

FERO SULFAT

Indikasi: 

anemia defisiensi besi.

Peringatan: 

kehamilan.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (Zat Besi).

Efek Samping: 

lihat catatan di bawah.

Dosis: 

profilaksis, 1 Tablet 200 mg per hari; terapeutik, 1 Tablet 200 mg 2-3 kali sehari.
KONSELING. Walaupun penyerapannya paling baik ketika perut kosong, sediaan besi dapat diminum sesudah makan untuk mengurangi efek samping gastrointestinal; warna tinja dapat berubah.