8.3.4.3 Analog Somatostatin

Oktreotid merupakan analog penghambat hipotalamus hormon somatostatin diindikasikan untuk mengobati gejala yang timbul akibat tumor neuroendokrin (terutama karsinoid) dan akromegali. Okreotid digunakan untuk mencegah komplikasi akibat pembedahan pankreatik, oktreotid juga mengurangi mual pada tindakan paliatif.

Peringatan. Tumor growth hormone-secreting pituitary dapat menyebar dan menyebabkan komplikasi serius; selama pengobatan dengan analog somatostatin pasien sebaiknya diawasi terhadap gejala penyebaran tumor (misal kerusakan visual). Dianjurkan dilakukan pemeriksaan ultrasound dari kandung kemih sebelum pengobatan dan pada interval 6-12 bulan selama pengobatan (hindari penghentian pengobatan secara tiba-tiba). Pada insulinoma, peningkatan kedalaman dan durasi hipoglikemia dapat terjadi (amati pasien saat awal pengobatan dan lakukan perubahan dosis); pada pasien diabetes melitus, pemberian insulin atau antidiabetik oral sebaiknya dikurangi.

Efek samping:. Gangguan saluran cerna meliputi anoreksia, mual, muntah, sakit dan kembung pada abdomen, perut kembung, diare dan steatorrhoea dapat terjadi. Toleransi glukosa post-prandial dapat terganggu dan hiperglikemia persisten jarang terjadi pada pemberian kronik, hipoglikemia juga pernah dilaporkan. Batu empedu pernah dilaporkan pada penggunaan jangka panjang (penghentian tiba-tiba octreotide subkutan menyebabkan kolik empedu dan pankreatitis). Rasa sakit dan iritasi dapat terjadi di tempat penyuntikan oleh karena itu tempat penyuntikan sebaiknya dirubah-rubah. Telah dilaporkan pankreatitis segera setelah penyuntikan, tetapi jarang.

Monografi: 

OKTREOTID

Indikasi: 

lihat keterangan pada dosis.

Peringatan: 

secara tiba-tiba dapat terjadi gejala yang lebih berat; pada insulinoma dapat meningkatkan lamanya hiperglikemia (hentikan pengamatan awal dengan mengubah dosis); fluktuasi dapat dikurangi dengan menambah frekuensi cara pemberian; pada diabetes melitus dapat menurunkan kebutuhan akan insulin atau antidiabetik oral; monitor fungsi tiroid pada penggunaan jangka lama; menghambat motilitas kandung empedu, sekresi aliran dan empedulakukan pemeriksaan jaringan empedu secara ultrasonik sebelum dan dalam 6-12 bulan masa penggunaan; hindari pemutusan obat tiba-tiba (lihat Efek samping).

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (oktreotid).

Kontraindikasi: 

kehamilan dan menyusui.

Efek Samping: 

gangguan saluran cerna: anoreksia, mual, muntah, spasme perut, kembung, diare, dan steatorhoe; gejala menurun nelalui injeksi diantara waktu makan atau sebelum tidur; gangguan toleransi postprandial glukosa (umumnya jarang terjadi hiperglikemia kronis); pernah dilaporkan gangguan fungsi hati; terbentuk batu empedu pada penggunaan jangka panjang (pemutusan tiba-tiba dapat menyebabkan hiperkontraksi kandung empedu ditandai dengan kolik dan pankreatitis); nyeri dan iritasi pada tempat suntikan.

Dosis: 

tumor karsinoid ditandai dengan gejala karsinoid, VIPomas, glukagonomas, injeksi subkutan, dosis awal 50 mcg 1-2 kali sehari; dapat dinaikkan perlahan-lahan hingga 200 mcg 3 kali sehari (kecuali diperlukan dosis lebih tinggi); atur dosis penunjang; pada tumor karsinoid hentikan penggunaan jika tidak ada pengaruh setelah 1 minggu; jika diperlukan respon yang cepat; diberikan secara intravena, dosis awal (dengan monitor EKG, dan encerkan kadar hingga 10-50% dengan injeksi NaCl 0,9%) Akromegali, penggunaan jangka pendek sebelum pembedahan pituitari atau penggunaan jangka panjang tidak dapat dimonitor dengan pengobatan lain atau sebelum radioterapi efektif diberikan injeksi subkutan 100-200 mcg 3 kali sehari; hentikan pemberian jika tidak ada perbaikan dalam 3 bulan.