8.3.1 Estrogen

Dietilstilbestrol (stilbestrol) jarang digunakan pada pengobatan kanker prostat karena efek sampingnya. Dietilstilbestrol digunakan pada wanita paska menopause dengan kanker payudara. Toksisitas umum terjadi dan efek samping dipengaruhi oleh dosis yaitu mual, retensi cairan tubuh, trombosis vena dan arteri. Impotensi dan ginekomastia selalu terjadi pada pria dan withdrawal bleeding dapat menjadi masalah pada wanita. Hiperkalsemia dan sakit pada tulang juga terjadi pada kanker payudara. Etinilestradiol merupakan estrogen paling kuat, tidak seperti estrogen lain etinilestradiol di metabolisme secara lambat di hati. Etinilestradiol digunakan pada pengobatan paliatif kanker prostat.

Monografi: 

ETINIL ESTRADIOL

Indikasi: 

lihat keterangan di atas; indikasi lain lihat 6.4.1.1.

Peringatan: 

lihat Stilboestrol

Efek Samping: 

lihat Stilboestrol

Dosis: 

Kanker payudara 1-3 mg/hari

Keterangan: 

Sediaan lihat 6.4.1.1

FOSFESTROL TETRASODIUM

Indikasi: 

kanker prostat

Peringatan: 

lihat stilboestrol dan keterangan di atas

Efek Samping: 

lihat stilboestrol dan keterangan di atas; mual-muntah, iritasi perineal setelah injeksi, nyeri tulang yang terserang

Dosis: 

injeksi intravena lambat 600-1200 mg/hari selama sedikitnya 5 hari; dosis pemeliharaan 300 mg 1-4 kali per minggu; dosis oral mula-mula sampai 240 mg, 3 x sehari selama 7 hari; lalu diturunkan selama 14 hari sampai 120-360 mg/hari dalam dosis terbagi

STILBOESTROL (DIETILSTILBESTROL)

Indikasi: 

lihat keterangan di atas

Peringatan: 

penyakit kardiovaskular

Kontraindikasi: 

gangguan fungsi hati (Lampiran 2)

Efek Samping: 

penyakit jantung (retensi natrium dengan udem, tromboembolisme), gangguan penyakit hati (jaundice), efek feminim pada pria.

Dosis: 

kanker payudara, 10-20 mg/hari; kanker prostat 1-3 mg/hari.

Keterangan: 

Sediaan lihat 6.4.1.1