Interferon beta

Interferon beta digunakan untuk pengobatan multipel sklerosis kambuhan (ditandai dengan setidaknya dua serangan disfungsi neurologik selama 2 – 3 tahun, diikuti dengan pemulihan yang sempurna atau tidak sempurna) yang mampu berjalan tanpa bantuan. Tidak semua pasien memberikan respon dan pada beberapa orang, terjadi perburukan kondisi. Interferon beta-1b juga diindikasikan untuk pasien dengan secondary progressive multiple sclerosis, tapi fungsinya pada kondisi ini belum dipastikan.

Interferon beta tidak boleh digunakan pada pasien yang memiliki riwayat penyakit depresi berat (atau memiliki keinginan bunuh diri), pada pasien dengan epilepsi yang tidak cukup terkontrol, atau pada gangguan fungsi hati terdekompensasi; hati-hati penggunaan pada mereka yang memiliki riwayat dengan kondisi-kondisi tersebut atau memiliki gangguan jantung atau mielosupresi. Efek samping yang paling sering dilaporkan diantaranya iritasi pada tempat injeksi (termasuk inflamasi, hipersensitivitas, nekrosis) dan flu like syndrome (demam, menggigil, mialgia, atau rasa lemas) tetapi gejala-gejala tersebut lama-lama berkurang; mual dan muntah kadang terjadi. Efek samping lain diantaranya reaksi hipersensitivitas (termasuk anafilaksis dan urtikaria), gangguan darah, gangguan menstruasi, perubahan suasana hati dan kepribadian, keinginan bunuh diri, bingung dan konvulsi; alopesia, hepatitis, dan kadang- kadang dilaporkan disfungsi tiroid.

Monografi: 

INTERFERON-BETA

Indikasi: 

Pengobatan pasien ambulatori dengan relapsing-remitting multiple sclerosis (MS) yang dikarakterisasi dengan setidaknya 2 serangan disfungsi neurologik (kekambuhan) selama periode 2 tahun terdahulu. Mengurangi frekuensi dan keparahan kekambuhan selama 4 tahun, dan memperlambat progresi ketidakmampuan

Peringatan: 

Lihat keterangan di atas. Pasien yang mengalami depresi; pre-existing seizure disorder; angina, aritmia, gagal jantung kongestif; nekrosis tempat injeksi, uji laboratorium untuk hitung sel darah lengkap dan diferensial, hitung platelet, kimia darah dan fungsi hati; gagal ginjal dan gagal hati berat, dan mielosupresi berat

Kontraindikasi: 

Kehamilan (Lampiran 4-disarankan pengukuran kontraseptif jika memungkinkan), menyusui (Lampiran 5); hipersensitif terhadap interferon beta alami atau rekombinan, serum albumin manusia; kehamilan; gangguan depresi berat dan/atau keinginan bunuh diri, pasien epilepsi dengan riwayat kejang yang tidak terkontrol dengan pengobatan

Efek Samping: 

Lihat keterangan di atas; sindroma flu: sakit otot, demam, arthralgia, kedinginan, asthenia, sakit kepala, mual; diare, anoreksia, muntah, insomnia, pusing, gelisah, kemerahan, vasodilatasi, palpitasi, depresi, keinginan bunuh diri, aritmia, nekrosis tempat injeksi; hipersensitivitas; leukopenia, limfopenia, trombositopenia dan kenaikan AST, ALT, g-GGT dan alkaline fosfatase; kekakuan.

Dosis: 

44 mcg tiga kali seminggu dengan injeksi subkutan. 22 mcg tiga kali seminggu dengan injeksi subkutan jika pasien tidak bisa mentoleransi dosis tinggi, di bawah pengawasan dokter spesialis.