Fingolimod

Monografi: 

FINGOLIMOD

Indikasi: 

Terapi Relapsing Remitting Multiple Sclerosis (RRMS) pada pasien dengan gejala penyakit yang berat yang tidak teratasi dengan minimal satu jenis terapi lainnya untuk menahan perburukan dan mengurangi frekuensi kambuh.

Peringatan: 

Riwayat uvetis dan diabetes melitus: berpotensi meningkatkan resiko udem makular, bradiaritmia, riwayat penyakit hati, pengobatan sebelumnya dengan terapi immunomodulatori atau immunosupresan: penghentian terapi jika jumlah limfosit kembali normal setelah 1-2 bulan penghentian obat, kehamilan, menyusui, lansia.

Interaksi: 

Beta bloker, penghambat kanal kalsium (verapamil, diltiazem, atau ivabradin), digoksin: meningkatkan risiko bradiaritmia. Ketokonazol: peningkatan AUC fingolimod. Antineoplastik, imunomodulator atau imunosupresan: risiko efek tambahan pada sistem imun. Vaksin: vaksinasi tidak efektif selama dan sampai 2 bulan setelah penghentian terapi.

Kontraindikasi: 

Infark miokard, setidaknya selama 6 bulan angina tidak stabil, stroke, TIA, dekompensasi gagal jantung yang membutuhkan rawat inap atau gagal jantung kelas III/IV, riwayat mobitz tipe II tingkat ke-2 atau tingkat blok atrioventikular (AV) ke-3 atau gejala penyakit sinus, interval QTc ≥ 500 msec, terapi dengan obat anti aritmia kelas IA atau kelas III, sindrom imunodefisiensi, pasien dengan risiko meningkatnya infeksi oportunistik termasuk imunitas rendah, infeksi berat dan infeksi kronis aktif (hepatitis, tuberkulosis), keganasan aktif, gangguan fungsi hati berat, hipersensitivitas, menderita infeksi berat.

Efek Samping: 

Sangat umum: influenza, sinusitis, sakit kepala, diare, nyeri punggung, peningkatan enzim hati (ALT, GGT, AST), batuk. Umum: bronkitis, herpes zoster, tinea versikolor, bradikardi, pusing, migrain, astenia, eksem, pruritus, peningkatan trigliserid, sesak napas, pandangan kabur, gangguan vaskular, hipertensi, limfopenia, leukopenia. Tidak umum: pneumonia, udem makular. Jarang: posterior reversible encephalopathy syndrome (PRES).

Dosis: 

Oral: 0,5 mg satu kali sehari. Dosis yang terlupa: terapi dilanjutkan sesuai jadwal.