TRASTUZUMAB

Trastuzumab diindikasikan untuk terapi kanker payudara stadium awal dengan over express HER2 (Human epidermal growth factor receptor-2). Terapi dengan trastuzumab untuk kanker payudara stadium awal sebaiknya didahului dengan operasi, kemoterapi neoadjuvant atau adjuvant dan radioterapi (jika dimungkinkan). Trastuzumab juga diindikasikan, dalam kombinasi dengan paklitaksel atau dosetaksel, untuk kanker payudara metastase pada pasien dengan HER2 positif yang belum mendapat kemoterapi untuk kanker payudara metastase atau jika terapi antrasiklin tidak sesuai. Trastuzumab juga diindikasikan sebagai monoterapi untuk kanker payudara metastase pada pasien dengan tumor over express HER2, yang sudah menerima sedikitnya 2 regimen kemoterapi termasuk, jika sesuai, suatu antrasiklin atau taksan; wanita dengan kanker payudara positif reseptor estrogen juga sebaiknya sudah menerima terapi hormon.

Trastuzumab diberikan secara infus intravena. Fasilitas resusitasi sebaiknya disiapkan sebelum memulai terapi dan terapi sebaiknya dimulai oleh dokter spesialis.

Monografi: 

TRASTUZUMAB

Indikasi: 

Lihat keterangan di atas - untuk pasien kanker payudara bermetastase dengan tumor yang mengekspresikan HER2 berlebih, sebagai pengobatan tunggal pada pasien yang telah menerima satu atau lebih kemoterapi dan sebagai kombinasi dengan paklitaksel pada pasien yang belum menerima kemoterapi

Peringatan: 

Lihat bab 8.1 dan keterangan di atas; gejala gagal jantung; riwayat hipertensi; penyakit arteri koroner; kehamilan (lampiran 2). KARDIOTOKSISITAS:Pemantauan fungsi jantung pada semua pasien sebelum dan selama pengobatan. Untuk keterangan lebih terperinci dalam memantau dan menangani kardiotoksisitas, lihat pada literatur produk.

Kontraindikasi: 

Lihat bab 8.1 dan keterangan di atas; dispnoea parah pada saat istirahat; menyusui (Lampiran 4)

Efek Samping: 

Efek samping yang berhubungan dengan infus mencakup rasa kedinginan, demam, reaksi hipersensitif seperti anafilaksi, urtikaria dan angiodemaa, kejadian yang berhubungan dengan paru ?aru (kemungkinan onset yang terlambat); kardiotoksisitas (lihat juga pada keterangan di atas); gejala gastrointestinal, asthenia, sakit kepala, nyeri dada, arthralgia, mialgia, hipotensi

Dosis: 

dosis muatan awal yang di rekomendasikan adalah 4 mg/kg bb, diberikan secara infus intravena selama 90 menit; untuk pemberian selanjutnya, dosis mingguan yang direkomendasikan adalah 2 mg/kg bb.