TOPOISOMERASE I INHIBITOR

Irinotekan dan topotekan menghambat topoisomerase I, enzim yang diperlukan dalam replikasi DNA. Irinotekan digunakan untuk kanker kolorektal metastase dikombinasi dengan fluorourasil dan asam folinat atau untuk monoterapi jika pengobatan dengan fluorourasil telah gagal. Obat ini diberikan secara infus intravena Topotekan diberikan secara infus intravena dalam pengobatan kanker ovarium metastatik bila pengobatan lini pertama atau lanjutannya, gagal. Efek samping obat ini selain mielosupresi yang dipengaruhi oleh dosis, juga termasuk efek samping terhadap saluran cerna, astenia, alopesia dan anoreksia.

Monografi: 

IRINOTEKAN HIDROKLORIDA

Indikasi: 

kanker kolorektal lanjut, dalam kombinasi dengan 5-fluorourasil dan asam folat, sebagai monoterapi kanker kolorektal lanjut yang tidak memberikan respons pada pemberian 5-fluorou rasil, kanker paru small-cell dalam kombinasi dengan sisplatin

Peringatan: 

pemberian obat ini harus oleh dokter yang berpengalaman melakukan kemoterapi kanker, dapat terjadi reaksi hipersensitivitas, late diarhaea (terjadi >8 jam setelah pemberian irinotekan) dapat berkepanjangan dan menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, atau sepsis, dan dapat mengancam nyawa, diperlukan terapi penunjang untuk mengatasi diare, pemeriksaan hitung darah lengkap setiap minggu, jika terjadi mual dan muntah berikan antiemetik. Jika terjadi acute cholinergic syndrome dapat diatasi dengan atropin sulfat 0,25 mg subkutan kecuali dikontraindikasikan. Pada pasien dengan hiperbilirubinemia dan karena peningkatan risiko netropeni a berat, dosis harus ditentukan secara tepat.

Tidak dianjurkan pada pasien dengan kegagalan fungsi ginjal, karena belum ada penel itian.

Irinotekan teratogenik pada hewan coba

Kontraindikasi: 

chronic infllammatory bowel disease dan/ atau bowel obstruction, hipersensitivitas, hamil, menyusui, pasien dengan bilirubin lebih dari 1,5 kali di atas batas atas nilai normal, pasien dengan kegagalan sumsum tulang yang berat, pasien dengan status WHO performance lebih dari 2.

Efek Samping: 

sangat umum : late diarhoea , mual, muntah, early diarrhea , nyeri abdomen, anoreksia, stomatitis, leukopenia, anemia, neutropenia, astenia, demam, penurunan berat badan, de hidrasi, alopesia, kejadian tromboembolik; umum : infeksi, muntah, early diarhea , konstipasi, anoreksia, mukositis, anemia, trombositopenia, astenia, dem am, nyeri, dehidrasi, hipovolemia, bilirubinemia, dispnea, peningkatan kreatinin; tidak umum : sepsis, gangguan rektal, GI monilia , menggigil, malaise, penurunan berat badan, hipokalemia, hipomagnesemia, rua m kulit, cutaneous signs , abnormat gait , bingung, sakit kepala, hipotensi, pingsan, gangguan jantung, infeksi saluran kemih, nyeri payudara, peningkatan fosfatase alkali, peningkatan GGTP

Dosis: 

dosis monoterapi: 350 mg/m 2 secara infus intravena (IV) selama 30-90 menit setiap 3 minggu, Do sis kombinasi dengan 5-fluorourasil dan asam folat: irinotekan 180 mg/m2 secara infus IV selama 30-90 menit, diikuti dengan infus 5- fluorourasil dan asam folat, diberikan setiap 2 minggu, dosis kombinasi dengan sisplatin: irinotekan 65 mg/m2 infus IV selama 30-90 menit, diberikan setelah sisplatin 30 mg/m2, kombinasi diberikan setiap 6 minggu, diberikan pada hari-1 (sisplatin) dan hari-8 (irinotekan) dengan selang 21 hari, penyesuaian dosis pada pasien yang mengalami netropenia berat yang asimtomatik, demam atau infeksi karena netropenia atau diare berat : dosis 350 mg/m 2 diturunkan menjadi 300 mg/m 2 pada siklus berikutnya dan jika pasien masih mengalami netropenia berat ya ng asimtomatik, demam atau infeksi karena netropenia atau diare berat: dosis 300 mg/m 2 diturunkan menjadi 250 mg/m 2 pada siklus berikutnya. Irinotekan tidak boleh diberikan sampai nilai hitung neutrofil di atas 1500 sel/mm 3 ,, pengobatan dihentikan jika terjadi perkembangan penyakit atau toksisitas yang tidak dapat ditoleransi, hati-hati jika digunakan pada lansia terutama dengan kelainan fungsi hati, dosis awal yang lebih rendah diberikan pada pasien lansia yang telah mendapat radiote rapi sebelumnya, kondisi level 2, kadar bilirubin meningkat atau kanker gastrik.

Irinotekan harus diberikan secara infus ke vena perifer atau vena sentral, tidak boleh diberikan sebagai intravena bolus atau infus intravena dalam waktu kurang dari 30 menit atau lebih dari 90 menit.