TAKSAN

Paklitaksel adalah anggota kelompok taksan, diberikan dengan infus intravena. Paklitaksel yang diberikan dengan karboplatin atau sisplatin digunakan untuk pengobatan kanker ovarium. Kombinasi tersebut juga sesuai untuk wanita dengan kanker ovarium yang tidak dapat dioperasi. Paklitaksel juga digunakan untuk terapi alternatif kanker payudara metastatik. Hanya ada sedikit bukti untuk mendukung penggunaan paklitaksel pada non- small lung cancer. Premedikasi rutin dengan kortikosteroid, antihistamin dan antagonis reseptor histamin H direkomendasikan untuk mencegah reaksi hipersensitivitas berat; reaksi hipersensitivitas dapat terjadi, namun jarang, walau mendapat premedikasi, reaksi yang lebih sering terjadi hanya bradikardia atau hipotensi asimptomatik.

Efek samping lain dari paklitaksel termasuk mielosupresi, neuropati perifer dan kerusakan konduksi jantung dengan aritmia (yang hampir selalu asimptomatik). Paklitaksel juga dapat menyebabkan alopesia dan nyeri otot; mual dan muntah ringan hingga sedang. Dosetaksel diindikasikan untuk kanker payudara metastatik atau kanker payudara lokal tingkat lanjut dan non-small cell lung cancer yang resisten terhadap obat sitotoksik lain atau untuk kemoterapi awal dalam kombinasi dengan obat sitotoksik lain. Dosetaksel juga diindikasikan untuk kanker prostat yang resisten terhadap hormon dan untuk digunakan dengan obat sitotoksik lain untuk terapi tambahan pada kanker payudara node-positive yang dapat dioperasi. Efek samping dosetaksel mirip dengan paklitaksel tetapi retensi cairan persisten (umumnya sebagai udem kaki yang bertambah parah selama terapi) yang mungkin resisten terhadap upaya terapi; reaksi hipersensitivitas juga terjadi. Deksametason secara oral direkomendasikan untuk mengurangi retensi cairan dan reaksi hipersensitivitas.

Paklitaksel, dalam kombinasi dengan senyawa platinum, adalah pilihan untuk kanker lanjut yang kambuh dalam waktu 6 bulan atau lebih setelah menyelesaikan kemoterapi awal dengan senyawa platinum. Paklitaksel tunggal merupakan pilihan untuk terapi kanker ovarium lanjut yang tidak memberikan respons terhadap pemberian kemoterapi berbasis senyawa platinum atau kambuh dalam 6 bulan setelah menyelesaikan kemoterapi yang mengandung senyawa platinum.

Pegylated liposomal doxorubicin adalah pilihan untuk kanker ovarium lanjut yang tidak memberikan respon terhadap, atau kambuh dalam 12 bulan setelah menyelesaikan kemoterapi awal dengan platinum. Paklitaksel tunggal atau pegylated liposomal doxorubicin adalah pilihan untuk kanker ovarium lanjut bagi pasien yang alergi terhadap senyawa platinum. Topotekan tunggal adalah pilihan hanya untuk kanker ovarian lanjut yang tidak memberikan respon terhadap, atau kambuh dalam waktu 6 bulan setelah menyelesaikan kemoterapi awal dengan platinum atau bagi mereka yang alergi terhadap senyawa platinum dan untuk kondisi di mana paklitaksel tunggal atau pegylated liposomal doxorubicin tidak sesuai. Dosetaksel dan paklitaksel menjadi pilihan untuk pengobatan kanker payudara lanjut jika kemoterapi sitotoksik awal (termasuk antrasiklin) gagal atau tidak sesuai. Penggunaan taksan untuk terapi tambahan kanker payudara awal atau sebagai terapi lini pertama kanker payudara lanjut hanya bisa digunakan untuk uji klinik.

Paklitaksel dalam kombinasi dengan senyawa platinum (sisplatin atau karboplatin) atau senyawa platinum tunggal digunakan sebagai terapi lini pertama kanker ovarium (biasanya setelah operasi).

Monografi: 

DOSETAKSEL

Indikasi: 

terapi tambahan pada kanker payudara node positif dan node negatif yang dapat dioperasi diberikan secara kombinasi dengan doksorubisin dan siklofosfamid, kanker payudara stadium lanjut atau metastase dalam kombinasi dengan doksorubisin untuk kemoterapi awal atau terapi tunggal untuk kanker payudara stadium lanjut atau metastase yang gagal diobati dengan antrasiklin atau zat pengalkilasi, kanker payudara metastase dengan tumor over express HER2 untuk kemoterapi awal dalam kombinasi dengan trastuzumab, kanker payudara stadium lanjut atau metastase dalam kombinasi dengan kapesitabin yang gagal diobati antrasiklin, kanker paru non small cell stadium lanjut atau metastase yang gagal diobati dengan kemoterapi sebelumnya atau dalam kombinasi dengan sisplatin/karboplatin untuk kemoterapi awal, kanker ovarium metastase yang gagal diobati dengan kemoterapi sebelumnya, adenokarsinoma gastrik metastase termasuk adenokarsinoma gastroesophageal junction sebagai kemoterapi awal dalam kombinasi dengan sisplatin dan 5-fluorourasil, kanker lanjut squamous cell pada kepala dan leher dalam kombinasi dengan sisplatin dan 5- fluorourasil, kanker prostat metastase dalam kombinasi dengan prednison/prednisolon.

Peringatan: 

hitung darah lengkap harus sering dimonitor, hipersensitivitas terutama pada infus pertama dan kedua, pasien dengan kondisi retensi cairan berat (efusi pleural, efusi perikardial, asites) harus dimonitor ketat, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal, neurotoksisitas perifer berat memerlukan pengurangan dosis

Interaksi: 

metabolisme dosetaksel dapat dipengaruhi oleh penggunaan bersamaan dengan inhibitor sitokrom P450-3A (siklosporin, terfenadin, ketokonazol, eritromisin, troleandomisin), klirens karboplatin meningkat pada pemberiaan bersama dengan dosetaksel, toksisitas dosetaksel meningkat saat diberikan bersama ritonavir

Kontraindikasi: 

kehamilan, menyusui

Efek Samping: 

sangat umum: infeksi (termasuk sepsis dan pneumonia), neutropenia, anemia, febrile neutropenia, hipersensitivitas, anoreksia, neuropati sensorik perifer, neuropati motor perifer, disgeusia, dispnea, stomatitis, diare, mual, muntah, alopesia, reaksi kulit, gangguan kuku, mialgia, retensi cairan, astenia, nyeri; umum: infeksi akibat neutropenia G4, trombositopenia, aritmia, hipotensi, hipertensi, hemoragik, konstipasi, nyeri abdomen, hemoragik gastrointestinal, artralgia, reaksi tempat infus, nyeri dada non-kardiak, peningkatan bilirubin darah, peningkatan fosfatase alkali darah, peningkatan AST, peningkatan ALT; tidak umum: gagal jantung, esofagitis; jarang: perdarahan akibat trombositopenia tingkat 3/4

Dosis: 

kanker payudara dan kanker paru non small cell, kanker kepala dan leher, premedikasi terdiri dari kortikosteroid oral seperti deksametason 16 mg/hari (8 mg dua kali sehari) selama 3 hari diawali pada 1 hari sebelum penggunaan dosetaksel, profilaksis menggunakan G-CSF dapat digunakan untuk memitigasi risiko toksisitas hematologik,

kanker prostat, diberikan bersamaan dengan prednison/prednisolon dengan premedikasi yang dianjurkan adalah deksametason 8 mg diberikan 12 jam, 3 jam dan 1 jam sebelum penggunaan infus dosetaksel,

terapi tambahan pada kanker payudara node positive dan node-negative yang dapat dioperasi: dosis dosetaksel 75 mg/m2 diberikan 1 jam setelah doksorubisin dan siklofosfamid 500 mg/m2 setiap 3 minggu selama 6 siklus,

kanker payudara stadium lanjut atau metastasis, dosis dosetaksel yang dianjurkan adalah 100 mg/m2 (monoterapi), pada pengobatan lini pertama, 75 mg/m2 dosetaksel diberikan kombinasi dengan doksorubisin 50 mg/m2 ), dalam kombinasi dengan trastuzumab dosis dosetaksel yang direkomendasikan 100 mg/m2 setiap 3 minggu dengan trastuzumab diberikan setiap minggu, pemberian dosetaksel yang berurutan dilakukan segera setelah infus trastuzumab berakhir jika dosis trastuzumab sebelumnya dapat ditoleransi, dalam kombinasi dengan kapesitabin, dosis dosetaksel yang dianjurkan adalah 75 mg/m2 setiap 3 minggu, dikombinasi dengan 1250 mg/m2 kapesitabin 2 kali sehari (30 menit setelah makan) selama 2 minggu diikuti dengan periode istirahat 1 minggu, perhitungan dosis kapesitabin berdasarkan luas permukaan tubuh,

kanker paru non small cell: pada kemoterapi pasien untuk kanker paru non small cell, dosis yang dianjurkan adalah dosetaksel 75 mg/m2 segera diikuti dengan sisplatin 75 mg/m2 selama 30–60 menit, untuk pengobatan setelah gagal dengan kemoterapi platinum, dosis yang dianjurkan adalah 75 mg/m2 sebagai dosis tunggal,

kanker prostat metastase: dosis dosetaksel yang dianjurkan adalah 75 mg/m2 , prednison/prednisolon 5 mg oral 2 kali sehari diberikan secara kontinu,

adenokarsinoma gastrik: dosis yang direkomendasikan 75 mg/m2 sebagai infus selama 1 jam, diikuti dengan sisplatin 75 mg/m2 , sebagai infus selama 1-3 jam (kedua obat diberikan pada hari pertama saja) diikuti 5-fluorourasil 750 mg/m2 per hari diberikan melalui infus 24 jam selama 5 hari, yang dimulai pada akhir pemberian sisplatin, terapi diulangi setiap 3 minggu, pasien harus menerima premedikasi dengan antiemetik dan hidrasi yang tepat untuk pemberian sisplatin, profilaksis menggunakan G-CSF harus digunakan untuk mitigasi risiko toksisitas hematologik,

kanker kepala dan leher: harus diberikan premedikasi dengan antiemetik, hidrasi yang cukup (sebelum dan setelah pemberian sisplatin), profilaksis menggunakan G-CSF untuk mitigasi risiko toksisitas hematologik, untuk kemoterapi induksi yang diikuti dengan radioterapi, dosis dosetaksel yang direkomendasikan 75 mg/m2 sebagai infus selama 1 jam diikuti dengan infus sisplatin 75 mg/m2 selama 1 jam pada hari pertama diikuti dengan 5-fluorourasil sebagai infus kontinu pada dosis 750 mg/m2 per hari selama 5 hari, untuk kemoterapi induksi yang diikuti dengan kemoradioterapi, dosis dosetaksel yang direkomendasikan 75 mg/m2 sebagai infus selama 1 jam, diikuti dengan sisplatin 100 mg/m2 diberikan sebagai infus selama 30 menit-3 jam, diikuti dengan 5-fluorourasil 1000 mg/m2 /hari sebagai infus kontinu pada hari 1-4, regimen ini diberikan setiap 3 minggu selama 3 siklus, setelah pemberian kemoterapi, diberikan kemoradioterapi,

kanker ovarium, dosis dosetaksel yang direkomendasikan 75-100 mg/m2 infus selama 1 jam setiap tiga minggu. Dosis 100 mg/m2 memberikan respons rate yang lebih baik namun diikuti dengan toksisitas yang lebih besar.

penyesuaian dosis dilakukan selama pengobatan, dosetaksel diberikan jika jumlah neutrofil>1500 sel/mm3 , pada pasien dengan febrile neutropenia, neutrofil <500 sel/mm3 selama lebih dari 1 minggu, terajdi reaksi cutaneous kumulatif atau berat, atau neuropati perifer berat selama pengobatan dengan dosetaksel, dosis dosetaksel diturunkan dari 100 mg/m2 menjadi 75 mg/m2 dan/atau 75 mg/m2 menjadi 60 mg/m2 , bila reaksi berlanjut pada dosis 60 mg/m2 , pengobatan harus dihentikan.

KABAZITAKSEL

Indikasi: 

kanker prostat stadium lanjut setelah menjalani kemoterapi lain.

Peringatan: 

hipersensitivitas; pasien yang menderita diare parah atau berkepanjangan, kabazitaksel dapat menyebabkan kerusakan atau cacat pada bayi jika diberikan pada wanita hamil.

Interaksi: 

penghambat CYP3A (meningkatkan konsentrasi kabazitaksel) seperti ketokonazol, itrakonazol, klaritromisin, atazanavir, indinavir, nefazodon, nelfinavir, ritonavir, sakuinavir, telitromisin, vorikonazol, penginduksi CYP3A (menurunkan konsentrasi kabazitaksel) seperti fenitoin, karbamazepin, rifampin, rifabutin, rifapentin, fenobarbital; vaksin hidup atau vaksin hidup yang dilemahkan (dapat menyebabkan infeksi serius atau mematikan).

Kontraindikasi: 

hipersensitivitas, jumlah sel darah putih terlalu rendah (hitung neutrofil ≤ 1.500/mm3), gangguan fungsi hati, sedang mendapat vaksinasi atau akan mendapat vaksinasi yellow fever.

Efek Samping: 

sangat umum: demam, dehidrasi, anemia, neutropenia, trombositopenia, leukopenia, anoreksia, disgesia, dispnea, batuk, mual, muntah, diare, konstipasi, nyeri perut, alopesia, nyeri punggung, nyeri sendi, hematuria, lelah, astenia , pireksia; umum:infeksi saluran kemih, merasakan sensasi mati rasa, kesemutan, rasa terbakar atau berkurangnya kepekaan pada tangan dan kaki, pusing, sakit kepala, penurunan atau peningkatan tekanan darah, rasa tidak nyaman pada lambung, nyeri ulu hati atau bersendawa, sakit perut, wasir, kejang otot, sakit atau sering buang air kecil, inkontinensia urin, penyakit atau gangguan ginjal, sariawan mulut atau bibir, infeksi atau risiko infeksi, gula darah tinggi, kalium darah rendah, rasa bingung, rasa gelisah, telinga berdengung, gangguan keseimbangan, detak jantung cepat (takikardi), atrial fibrillation, gumpalan pada pembuluh darah kaki, kulit terasa panas atau kemerahan, sakit mulut, sakit tenggorokan, perdarahan rektum, nyeri ekstremitas, spasme otot, mialgia, nyeri muskuloskeletal, nyeri pinggang, pembengkakan kaki, menggigil.

Dosis: 

infus intravena 25 mg/m2 selama 1 jam setiap 3 minggu dalam kombinasi dengan prednison atau prednisolon oral 10 mg setiap hari. Pramedikasi: pramedikasi dengan memberikan obat di bawah ini, dilakukan 30 menit sebelum kabazitaksel untuk mengurangi risiko dan keparahan reaksi hipersensitivitas:

  • Deksklorfeniramin 5 mg, 25 mg, atau difenhidramin atau antihistamin yang setara.
  • Deksametason 8 mg atau steroid lainnya yang setara.
  • Ranitidin 50 mg atau antagonis H2 lainnya yang setara.

PAKLITAKSEL

Indikasi: 

Kanker ovarium terapi pilihan pertama pada kombinasi dengan campuran platinum untuk pengobatan kanker ovarium bermetastasis tingkat lanjut; terapi pilihan kedua untuk pengobatan kanker ovarium bermetastasis tingkat lanjut. Kanker payudara: pengobatan tambahan pada ujung kanker payudara positif diberikan secara berturut-turut sebagai standar terapi kombinasi; terapi setelah kekambuhan selama 6 bulan sebagai terapi tambahan, terapi sebelumnya harus mengandung antrasiklin kecuali dikontraindikasikan secara klinis; terapi pilihan kedua setalah kegagalan kemoterapi kombinasi untuk penyakit metastatik, terapi sebelumnya harus mengandung antrasiklin kecuali dikontrasindikasikan secara klinis; pengobatan kanker payudara tingkat lanjut atau bermetastasis pada pengobatan dengan kombinasi transtuzumab, untuk pasien yang kelebihan ekspresi HER-2 pada kadar 3+ seperti yang ditentukan dengan immunohistochemistry atau FISH+. Kanker paru-paru non-small cell terapi pilihan pertama pada kombinasi dengan campuran platinum pada pengobatan kanker paru-paru non-small cell untuk pasien yang tidak disarankan untuk pembedahan kuratif dan/atau terapi radiasi. Kaposi? sarcoma, terapi pilihan kedua pada Kaposi? Sarcoma yang berhubungan dengan AIDS.

Peringatan: 

lihat keterangan pada 8.1 dan keterangan di atas

Interaksi: 

lihat Lampiran 1

Kontraindikasi: 

lihat keterangan pada 8.1 dan keterangan di atas; gangguan fungsi hati berat; kehamilan (Lampiran 4); menyusui

Efek Samping: 

lihat keterangan pada 8.1

Dosis: 

semua pasien harus diberikan premedikasi dengan kortikosteroid, antihistamin, dan antagonis H2 sebelum diberikan paklitaksel. Dosis lazim paklitaksel adalah 175 mg/m2 intravena dalam 3 jam setiap 3 minggu. Kemoterapi pilihan pertama pada kanker ovarium 175 mg/m2 intravena dalam 3 jam, dilanjutkan dengan sisplatin dengan dosis 75 mg/m2 setiap 3 minggu atau paklitaksel 135 mg/m2, diberikan secara infus 24 jam diikuti dengan sisplatin 75 mg/m2 setiap 3 minggu. Kemoterapi pilihan kedua pada kanker ovarium dosis lazimnya 175 mg/m2 intravena dalam 3 jam setiap 3 minggu. Kemoterapi tambahan pada kanker payudara 175 mg/m2 intravena dalam 3 jam setiap 3 minggu. Kemoterapi kanker payudara setelah kekambuhan ketika diberikan dengan doksorubisin (50mg/m2), paklitaksel harus diberikan 24 jam setelah pemberian doksorubisin. Dosis lazim 220 mg/m2 intravena dalam 3 jam setiap 3 minggu.