RUKSOLITINIB

Monografi: 

RUKSOLITINIB

Indikasi: 

Terapi mielofibrosis, termasuk mielofibrosis primer, post polycythemia vera myelofibrosis/post essential thrombocythemia myelofibrosis.

Peringatan: 

Penurunan angka sel darah, infeksi (bakteri, jamur, dan virus seperti tuberkulosis dan hepatitis B), leukoensefalopati multifokal progresif, kanker kulit nonmelanoma, gangguan fungsi ginjal, gangguan fungsi hati, kehamilan, menyusui, lansia, dan anak <18 tahun.

Interaksi: 

Penghambat CYP3A4 kuat (misal: ketokonazol) atau penghambat enzim CYP3A4 dan CYP2C9 (misal: flukonazol): meningkatkan efek ruksolitinib sehingga dosis harus dikurangi hingga separuhnya. Penghambat CYP3A4 ringan-sedang (misal: eritromisin): meningkatkan AUC dari ruksolitinib. Penginduksi CYP3A4 (misal: rifampisin): menurunkan nilai AUC ruksolitinib tanpa penyesuaian dosis. Dabigatran eteksilat, siklosporin, rosuvastatin, digoksin: ruksolitinib menghambat penyerapan di dalam usus.  

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas.

Efek Samping: 

Sangat umum: infeksi saluran kemih, anemia, trombositopenia, neutropenia, hiperkolesterolemia, pusing, sakit kepala, meningkatnya nilai alanin aminotransferase/SGPT dan aspartat aminotranferase/SGOT, memar. Umum: herpes zoster, tuberkulosis, peningkatan berat badan, perut kembung, konstipasi. 

Dosis: 

Oral: dosis awal, 15 mg 2 kali sehari untuk pasien dengan jumlah platelet 100.000/mm3 - 200.000/mm3, 20 mg 2 kali sehari untuk pasien dengan jumlah platelet >200.000/mm3.

Dosis awal untuk pasien dengan jumlah platelet 50.000/mm3 – 100.000/mm3, dosis maksimum 5 mg 2 kali sehari dengan titrasi dosis yang harus diperhatikan.

Modifikasi dosis: hentikan penggunaan jika jumlah platelet sudah <50.000/mm3 dan netrofil absolut <500/mm3, setelah naik makadosis dapat dimulai 5 mg 2 kali sehari dan ditingkatkan secara bertahap dengan memantau  jumlah sel darah termasuk sel darah putih. Pengurangan dosis jika jumlah platelet <100.000/mm3 dengan tujuan menghindari trombositopenia. Jika efektif dan jumlah platelet dan netrofil yang cukup, dosis dapat ditingkatkan maksimum 5 mg 2 kali sehari. Dosis awal tidak dapat ditingkatkan dalam 4 minggu pertama terapi dan tidak lebih dengan interval 2 minggu dengan dosis maksimum 25 mg 2 kali sehari.

Penghentian terapi: setelah 6 bulan jika tidak terdapat pengurangan ukuran limpa atau tidak ada gejala perbaikan sejak memulai terapi, jika terjadi peningkatan ukuran limpa sebanyak 40% dibanding dengan ukuran awal dan jika tidak ada perbaikan.