8.1.4 Alkaloid Vinka dan Etoposid

Alkaloid vinka yaitu vinkristin, vinblastin, dan vindesin digunakan untuk mengobati leukemia akut, limfoma, dan beberapa tumor padat seperti kanker payudara dan kanker paru. Vinorelbin adalah alkaloid vinka semisintetis, diberikan secara intravena yang digunakan untuk kanker payudara lanjutan dan non-small cell lung cancer lanjutan. Sediaan oral vinorelbin juga diindikasikan untuk terapi non-small cell lung cancer lanjutan. Neurotoksisitas, biasanya sebagai neuropati perifer atau otonom, terjadi pada semua pemberian alkaloid vinka dan merupakan efek samping yang terjadi pada penggunaan vinkristin. Sedangkan, pada vindesin, vinblastin, dan vinorelbin juga terjadi namun lebih jarang. Pasien dengan neurotoksisitas umumnya mengalami paraestesia perifer, kehilangan refleks tendon dalam, nyeri abdomen dan konstipasi; dilaporkan juga terjadinya ototoksisitas. Neurotoksisitas juga terjadi pada anak. Jika terjadi gejala neurotoksisitas yang berat, dosis sebaiknya dikurangi, namun pada umumnya anak-anak dapat menerima vinkristin lebih baik daripada orang dewasa. Kelemahan motorik dapat juga terjadi dan jika semakin berat, penggunaan obat harus dihentikan. Pemulihan total dari efek neurotoksik dapat dicapai walaupun biasanya berlangsung lambat.

Mielosupresi merupakan efek samping dari vinblastin, vindesin dan vinorelbin namun tergantung pada dosisnya; vinkristin menyebabkan myelosupresi yang dapat diabaikan. Alkaloid vinka dapat menyebabkan alopesia reversibel. Menyebabkan iritasi lokal yang berat dan harus dilakukan upaya untuk mencegah ekstravasasi. Vinblastin, vinkristin, vindesin dan vinorelbin hanya dapat digunakan untuk pemberian secara intravena. Pemberian secara intratekal dapat menyebabkan efek neurotoksisitas berat, yang biasanya fatal.

Vinorelbin merupakan terapi alternatif bila regimen yang mengandung antrasiklin tidak sesuai atau gagal mengatasi kanker payudara lanjut. Monoterapi vinorelbin tidak direkomendasikan sebagai terapi lini pertama kanker payudara lanjut. Tidak tersedia informasi yang memadai untuk merekomendasikan penggunaan rutin dari vinorelbin dalam kombinasi dengan terapi lain untuk kanker payudara lanjut.

Etoposid efektif untuk karsinoma sel kecil di bronkus, limfoma, dan kanker testikular. Efek toksiknya antara lain alopesia, mielosupresi, mual, dan muntah. Obat ini dapat diberikan per oral atau intravena dengan dosis oral yang dua kali lipat dosis intravena. Umumnya etoposid diberikan setiap hari selama 3-5 hari dan tidak boleh diulang sebelum 21 hari kemudian.

Monografi: 

ETOPOSID

Indikasi: 

lihat keterangan di atas

Peringatan: 

lihat keterangan pada 8.1 dan keteranga di atas; gangguan fungsi ginjal (Lampiran 3)

Interaksi: 

lihat Lampiran 1

Kontraindikasi: 

lihat pada 8.1 dan keterangan di atas; ganguan fungsi hati berat; kehamilan (Lampiran 4); menyusui

Efek Samping: 

lihat pada 8.1 dan keterangan di atas; mengiritasi jaringan

VINBLASTIN

Indikasi: 

lihat keterangan di atas

Peringatan: 

lihat keterangan pada 8.1 dan keterangan di atas

Interaksi: 

Lihat Lampiran 1 (vinblastin)

Efek Samping: 

lihat keterangan pada 8.1 dan keterangan di atas

VINDESIN SULFAT

Indikasi: 

lihat keterangan di atas

Peringatan: 

lihat pada 8.1 dan keterangan di atas; gangguan fungsi hati (Lampiran 2); penyakit neuromuskular; hati-hati dalam penanganan

Kontraindikasi: 

lihat pada 8.1 dan keterangan di atas; kehamilan (Lampiran 4); menyusui. Penting. Dikontraindikasikan pada injekasi intratekal

Efek Samping: 

lihat pada 8.1 dan keterangan di atas; mengiritasi jariangan

Dosis: 

Dosis lazim dari vindesin sulfat adalah 4 mg/m2 untuk anak-anak dan 3 mg/m2 untuk dewasa, berikan secara bolus intravena dengan selang 7 sampai 10 hari. Penyuntikan harus selesai dalam waktu 1-3 menit. Cara lain, untuk anak-anak dengan leukemia, dosis 2 mg/m2 per hari dengan bolus intravena dapat diterapkan untuk 2 hari berturut-turut yang dikuti dengan 5-7 hari tanpa pemberian obat. Siklus ini kemudian diulang.

VINKRISTIN

Indikasi: 

lihat keterangan di atas

Peringatan: 

lihat keterangan pada 8.1 dan keterangan di atas.

Interaksi: 

Lihat Lampiran 1 (vinkristin)

Efek Samping: 

lihat keterangan pada 8.1 dan keterangan di atas.

VINORELBIN

Indikasi: 

Lihat keterangan di atas

Peringatan: 

Lihat bab 8.1 dan keterangan di atas; gangguan fungsi hati; hati?ati dalam penanganannya

Kontraindikasi: 

Lihat bagian 8.1 dan keterangan di atas; kehamilan (Lampiran 2); menyusui (Lampiran 4). PENTING: Injeksi intratekal dikontra indikasikan

Efek Samping: 

Lihat bab 8.1 dan keterangan di atas; mengiritasi jaringan

Dosis: 

Oral, 60 mg/m2 seminggu satu kali selama 3 minggu, jika terjadi toleransi dapat diubah menjadi 80 mg/m2 seminggu satu kali; maksimal 160 mg seminggu satu kali. Injeksi intravena atau infus, lihat keterangan pada produk.