Agonis Dopaminergik

Monografi: 

APOMORFIN HIDROKLORIDA

Indikasi: 

disfungsi ereksi

Peringatan: 

Sebelum dilakukan pengobatan untuk disfungsi ereksi, potensial risiko penyakit jantung pada setiap pasien, harus diperiksa oleh dokter.Kemanfaatan pada pasien diabetes belum diketahui.Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan kelainan anatomi penis (seperti angulasi, fibrosis cavernosal atau penyakit Peyronie's).Apomorfin hidroklorida mengakibatkan sindrom vasovagal sementara yang dapat menyebabkan sakit kepala yang akan hilang dengan sendirinya/sinkop. Digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan hipertensi tidak terkontrol, hipotensi atau dengan riwayat hipotensi ortostatik.Digunakan dengan hati-hati pada pasien yang menggunakan antihipertensi atau nitrat.Digunakan hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati.Tidak diindikasikan untuk wanita. Pada ibu hamil atau menyusui, belum diketahui efeknya.Sebaiknya tidak mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin paling sedikit 2 jam setelah pemberian obat.

Interaksi: 
  • Nitrat dan antihipertensi (ACE inhibitor, beta bloker, antagonis kalsium dan alfa-1 bloker).
  • Antiemetik.
  • Agonis atau antagonis dopamin kerja sentral.- Alkohol dapat meningkatkan terjadinya hipotensi dan mempengaruhi perilaku seksual
Kontraindikasi: 

Pasien hipersensitifitas apomorfin hidroklorida atau bahan tambahan lain dalam tablet, pasien dengan angina tidak stabil berat, infark miokard, kerusakan hati atau hipotensi.

Efek Samping: 

Mual dan sakit kepala, menguap, rhinitis, faringitis, somnolensi, infeksi, rasa sakit, batuk yang meningkat, kemerahan, gangguan pengecapan, dan berkeringat.

Dosis: 

Penggunaan sublingual. Tablet diletakkan di bawah lidah dan kemudian melarut.
Penggunaan pada dewasa : 1 tablet pada 20 menit sebelum aktivitas seksual. Dianjurkan dengan dosis awal 2 mg. Waktu minimum adalah 8 jam untuk dapat menggunakan dosis selanjutnya. Tiap pasien diberi petunjuk oleh tenaga medis professional untuk penggunaan Apomorfin hidroklorida. Pasien disarankan minum sedikit air sebelum mengkonsumsi Apomorfin hidroklorida untuk mencapai disolusi tablet yang optimum. Umumnya tablet akan melarut sempurna selama 10 menit, jika ada residu dalam mulut setelah 20 menit, maka dapat ditelan. Mula kerja rata-rata 18-19 menit setelah tablet diletakkan di bawah lidah, mula kerja dapat bervariasi pada tiap pasien.
Penggunaan pada lansia: tidak ada penyesuaian dosis yang diperlukan pada pasien lansia.
Penggunaan pada pasien dengan kerusakan fungsi ginjal: ditemukan peningkatan nilai AUC apomorfin dan prolongasi eliminasi waktu paruh. Namun C max tidak berubah secara signifikan. Dosis maksimum dibatasi sampai 2 mg pada pasien kerusakan fungsi ginjal yang berat.
Penggunaan pada pasien dengan kerusakan fungsi hati: ditemukan peningkatan nilai AUC apomorfin, C max dan eliminasi waktu paruh. Terlihat adanya resiko efek samping yang lebih besar pada populasi ini, pemberian apomorfin HCl dengan mempertimbangkan efek manfaat yang lebih besar dari resiko. Pasien menggunakan dosis awal 2 mg dan hati-hati dalam meningkatkan dosis.