Alprostadil

Alprostadil (prostaglandin E1) diberikan melalui intrakavernosa atau aplikasi intrauretral untuk penatalaksanaan disfungsi ereksi (setelah menjalani pengobatan terhadap penyebab); juga digunakan untuk tes diagnostik.

Monografi: 

ALPROSTADIL

Indikasi: 

disfungsi ereksi yang disebabkan oleh neurogenik, vaskulogenik, psikogenik, atau etiologi campuran.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas; riwayat hemoragia, hindari pada kasus penyakit membran hialin, monitor tekanan arteri

Efek Samping: 

apnea, muka merah, bradikardia, hipotensi, takikardia, henti jantung, udem, diare, demam, kejang, koagulasi intravaskular diseminata (DIC), hipokalaemia; proliferasi kortikal tulang panjang, melemahnya dinding arteriosus duktus dan arteri pulmonar mungkin disebabkan pemakaian yang lama; dilaporkan terjadinya gastric-outlet obstruction

Dosis: 

Disfungsi ereksi vaskulogenik psikogenik atau etiologi campuran: injeksi intrakavernosal, dosis awal 2,5 mcg, dosis kedua 5 mcg jika ada respons parsial kemudian dosis ditingkatkan menjadi 5-10 mcg; jika tidak ada respons pada dosis awal 2,5 mcg, maka dosis kedua ditingkatkan menjadi 7,5 mcg, dilanjutkan dengan dosis 5-10 mcg; jika tidak ada respons, harus diberikan dosis yang lebih tinggi dalam 1 jam; jika ada respons maka dosis selanjutnya tidak boleh diberikan sekurangnya selama 24 jam.
Disfungsi ereksi neurologik murni (spinal cord injury): dosis awal 1,25 mcg, dosis kedua 2,5 mcg, lalu ditingkatkan menjadi 5 mcg; jika tidak ada respons, harus diberikan dosis yang lebih tinggi dalam 1 jam; jika ada respons maka dosis selanjutnya diberikan setelah sekurangnya selama 24 jam.