7.4.5 Disfungsi Ereksi

Penyebab kegagalan ereksi yang memadai antara lain abnormalitas psikogenik, vaskular, neurogenik dan endokrin; impotensi juga dapat terjadi karena induksi obat. Injeksi intrakavernosal atau pemakaian pada uretral obat-obat vasoaktif, di bawah pengawasan medis digunakan baik untuk tujuan diagnosis maupun terapi.

Gangguan ereksi dapat diterapi secara oral dengan obat yang meningkatkan aliran darah ke penis. Obat sebaiknya digunakan dengan hati-hati jika terdapat kelainan penis (misalnya angulasi, fibrosis kavernosal dan penyakit Peyronie)

Priapisme
Jika priapisme terjadi akibat pemberian alprostadil, pengobatan sebaiknya jangan ditunda lebih dari 6 jam dan lakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Terapi awal dengan aspirasi penil menggunakan teknik aseptis jarum kupu-kupu ukuran 19-21 yang ditusukkan ke dalam korpus kavernosum dan 20-50 mL darah diaspirasi. Bila diperlukan, prosedur diulang pada tempat yang berlawanan.
  • Jika aspirasi awal tidak berhasil, jarum kupu-kupu kedua ukuran 19-21 dimasukkan pada korpus kavernosum pada tempat yang berlawanan dan larutan fisiologi steril dimasukkan melalui jarum pertama dan dialirkan keluar melalui yang kedua.
  • Jika diperlukan, injeksi simpatomimetik dapat dilanjutkan dengan aspirasi darah menggunakan jarum kupu-kupu yang sama. Jika simpatomometik tidak berhasil, lakukan pembedahan yang sesuai untuk penanganan.