7.3.4 Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

AKDR tepat digunakan pada wanita yang sudah pernah melahirkan dan merupakan pilihan kedua pada wanita muda yang belum melahirkan dan pemilihan dilakukan dengan hati-hati karena meningkatkan resiko penyakit inflamasi pelvis.

AKDR yang lebih kecil mengurangi efek samping terdiri dari plastic carrier wound dengan kawat tembaga atau dengan pita tembaga, beberapa memiliki inti pusat perak untuk mencegah fragmentasi tembaga. Dengan bertambahnya usia kesuburan berkurang dan AKDR tembaga yang cocok dipakai wanita pada usia 40, dapat tetap di uterus sampai mencapai menopause. AKDR tembaga mengandung pengikat, 6 copper sleeves; dimasukkan ke uterus dengan memasukkan simpul ke fundus uteri. Tenaga kesehatan yang memasukkan (atau melepaskan) AKDR sebaiknya diberi terlebih dahulu pelatihan teknik pemasangan/pelepasan.

Waktu dan teknik pemasangan AKDR sangat penting karena mempengaruhi efek dan memerlukan latihan serta pengalaman dari petugas kesehatan yang memasang. Alat tidak boleh dipasang selama periode menstruasi dengan perdarahan banyak; waktu yang tepat adalah setelah menstruasi berakhir dan sebelum perkiraan waktu implantasi. Risiko utama berupa infeksi dapat terjadi pada 20 hari setelah pemasangan dan ternyata terkait dengan penyakit menular seksual, sehingga skrining awal (setidaknya untuk klamidia) perlu dilakukan. Pasien disarankan untuk menyadari kedaruratan kondisi jika mengalami sakit yang menetap selama 20 hari setelah pemasangan AKDR. AKDR tidak boleh dilepaskan pada pertengahan siklus kecuali kontrasepsi tambahan digunakan pada 7 hari sebelumnya. Jika pelepasan AKDR sangat perlu dilakukan, kontrasepsi pasca senggama dapat digunakan. Jika AKDR gagal dan pasien tetap berkeinginan untuk melanjutkan sampai akhir periode, jika mungkin AKDR sebaiknya dilepaskan pada trimester pertama.

Monografi: 

INTRA-UTERINE CONTRACEPTIVE DEVICES (IUD)

Indikasi: 

lihat keterangan di atas

Peringatan: 

anemia, menorrhagia (sistem progesteron intrauterin mungkin lebih disukai, bagian 7.3.2.3), endometriosis, dysmenorrhoea primer berat, riwayat penyakit inflamasi pelvis, riwayat kehamilan ektopik atau pembedahan tuba, diabetes, masalah kesuburan, nulliparity dan usia muda, severely scarred uterus (termasuk pasca pembedahan endometrium) atau stenosis serviks berat; penyakit katup jantung atau riwayat endokarditis (diperlukan cover antibakterial pada pemasangan-Tabel 2, bagian 5.1); imunosupresi yang terinduksi obat atau penyakit (risiko infeksi-hindarkan jika ada tanda-tanda imunosupresi); epilepsi; peningkatan risiko terlepas jika dipasang sebelum involusi uterin; pengujian ginekologi sebelum pemasangan, 6-8 minggu setelahnya dinasihatkan agar perempuan segera mengunjungi dokter setiap tahun dalam kasus timbul gejala yang signifikan, terutama nyeri; terapi antikoagulan (hindarkan jika mungkin); lepaskan jika hamil, peningkatan kecenderungan yang mungkin ektopik

Kontraindikasi: 

kehamilan, anemia berat, infeksi yang disebabkan oleh hubungan seksual (jika tidak diobati sepenuhnya), perdarahan uterin yang tidak dapat dijelaskan, rongga uterin yang kecil atau terganggu, genital malignancy, penyakit trofoblastik aktif, penyakit inflamasi pelvis, tanda-tanda imunosupresi; copper devices: alergi tembaga, penyakit Wilson, medical diathermy

Efek Samping: 

perforasi uterin atau serviks, salah penempatan, terlepas; infeksi pelvik, menorrhagia, dysmenorrhoea, alergi; pada pemasangan: nyeri (diringankan oleh AINS seperti ibuprofen 30 menit sebelum pemasangan) dan perdarahan, kadang-kadang epileptic seizure dan serangan vasovagal