7.3.2.2 Kontrasepsi Injeksi Progestin (KIP) dan Plester

Medroksi progesteron asetat (MPA) adalah kontrasepsi kerja lama yang sama efektifnya dengan KOK. Namun, karena efek samping yang berupa gangguan pola haid, cara ini dianjurkan untuk akseptor bermotivasi tinggi dan telah mendapat cukup konseling tentang perdarahan. Perdarahan berat banyak terjadi pada akseptor dalam masa nifas, sehingga dosis pertama sebaiknya diberikan pada minggu atau ke-6 pasca persalinan. Bila sang ibu tidak menyusui, KIP dapat dimulai pada hari ke-5 pasca persalinan asal risiko perdarahan dijelaskan. Kesuburan tidak segera pulih setelah suntikan dihentikan, demikian juga pola haid yang tidak teratur. Noretisteron enantat merupakan KIP dalam larutan minyak yang memberi perlindungan selama 8 minggu sehingga dapat digunakan sebagai pelindung sementara sebelum vasektomi efektif. Sifat lain sama dengan MPA, kecuali bahwa hormon ini menekan ovulasi sehingga akseptor terlindung dari kehamilan ektopik dan kista ovarium. Levonorgestrel memperlihatkan efektivitas yang setara dengan MPA, hanya saja dengan sistem plester, efeknya bertahan 3 tahun. Berbeda dengan KIP, efek kontrasepsi segera hilang setelah plester diangkat. Pada wanita dengan indeks masa tubuh lebih dari 35 kg bb/m2, kadar estrogen dalam darah lebih rendah, sehingga efek tidak bertahan sampai 3 tahun, jadi plester harus diangkat sebelum 3 tahun. Dokter yang memasang dan mencabut plester harus menguasai tekniknya dan memberikan konseling kepada akseptor. Interaksi efektivitas KIP tidak dipengaruhi oleh antibakteri yang tidak menginduksi enzim hati. Tetapi efektivitas noretisteron dan etonogestrel (tetapi bukan MPA) dikurangi oleh obat penginduksi enzim sehingga dianjurkan digunakan kontrasepsi tambahan selama penggunaan obat atau 4 minggu setelah penghentian obat atau kontrasepsi alternatif harus dipertimbangkan jika obat penginduksi enzim digunakan dalam jangka panjang.

 

Monografi: 

KONTRASEPSI INJEKSI KOMBINASI (KIK)

Indikasi: 

lihat keterangan pada KOK.

Peringatan: 

lihat keterangan pada KOK.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan pada KOK.

Efek Samping: 

lihat keterangan pada KOK.

Dosis: 

injeksi intramuskular 0,5 mL dengan selang 30 hari.

MEDROKSI PROGESTERON ASETAT

Indikasi: 

lihat keterangan di atas dan keterangan pada Dosis.

Peringatan: 

lihat 6.4.1.2 dan keterangan di atas.

Interaksi: 

lihat Lampiran 1.

Kontraindikasi: 

lihat 6.4.1.2 dan keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat 6.4.1.2 dan keterangan di atas.

Dosis: 

Kanker payudara: 0,4 - 1,5 g per hari. Kanker endometrium, kanker prostat: 100-500 mg/hari.

NORETISTERON ENANTAT

Indikasi: 

lihat keterangan di atas dan keterangan pada KOP

Peringatan: 

lihat keterangan di atas dan keterangan pada KOP

Interaksi: 

lihat keterangan di atas dan keterangan pada KOP

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas dan keterangan pada KOP

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas dan keterangan pada KOP

Keterangan: 

Sediaan lihat 6.4.1.2