7.2.2 Atrofi Vagina

Pemberian singkat krim estrogen pada vagina bertujuan memperbaiki epitel vagina yang mengalami atrofi karena menopause. Pemberiannya sebaiknya dalam dosis efektif terkecil untuk mencegah efek sistemik. Pemberian estrogen sistemik jangka panjang dalam bentuk tunggal akan meningkatkan  risiko hiperplasia endometrium dan karsinoma.

Keamanan terhadap endometrium akibat penggunaan jangka panjang atau penggunaan berulang sediaan estrogen topikal belum  diketahui dengan pasti. Pengobatan sebaiknya ditinjau paling sedikit setahun sekali, khususnya pada gejala hiperplasia endometrial atau karsinoma.

Estrogen topikal juga digunakan untuk wanita pascamenopause sebelum operasi vagina yang disertai atrofi epitel. Pada penggunaan jangka panjang dibutuhkan tambahan progestogen selama 10-14 hari tiap siklus untuk mengimbangi efek estrogen. Penjelasan lebih rinci tentang terapi sulih hormon dapat dilihat pada 6.4.1.1.

Monografi: 

ESTRIOL

Dosis: 

gunakan 1 kali sehari, paling baik malam hari.

ESTROGEN, TOPIKAL

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat keterangan, lihat juga Estrogen untuk terapi sulih hormon (bagian 6.4.1.1); penyelangan pengobatan secara periodik untuk menetapkan pengobatan lanjutan.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas; lihat juga Estrogen untuk terapi sulih hormon (bagian 6.4.1.1); kehamilan dan menyusui.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; lihat juga Estrogen untuk terapi sulih hormon (bagian 6.4.1.1); iritasi lokal.

PROGESTERON, TOPIKAL

Indikasi: 

lihat keterangan pada sediaan; pengobatan gangguan yang berhubungan dengan defisiensi progesteron, seperti: infertilitas karena ketidakcukupan fase luteal, untuk digunakan selama fertilisasi in vitro.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas, insufisiensi hati berat, kehamilan (lampiran 4), menyusui (Lampiran 5).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas, terlambat haid atau aborsi tidak sempurna.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; reaksi tempat injeksi; nyeri, diare, dan dapat terjadi kembung dengan pemberian rektal.

Dosis: 

Melalui rektal atau vagina, sindrom premenstruasi dan depresi pasca melahirkan, 200 mg sehari hingga 400 mg 2 kali sehari; untuk sindrom premenstruasi dimulai pada hari ke 12-14 dan dilanjutkan sampai awal menstruasi (tapi tidak direkomendasikan, lihat keterangan di atas); melalui rektal jika digunakan metode kontrasepsi 'barrier', pada pasien yang baru saja melahirkan atau pasien yang mengalami infeksi vagina atau sistitis kambuhan.
Pemakaian intravaginal, sediaan gel: Pengobatan infertilitas karena ketidakcukupan fase luteal: Sekali pemakaian (1,125 g 8% gel) setiap hari, dimulai setelah ovulasi terdokumentasi atau arbitrarily pada hari ke-18 hingga hari ke-21 siklus; Jika digunakan selama fertilisasi in-vitro, pemakaian gel 8% harian harus dilanjutkan selama 30 hari jika tidak ada bukti kehamilan dari laboratorium.