6.6.1 Kalsitonin

Kalsitonin bersama hormon paratiroid berperan dalam pengaturan bone turnover/ pergantian tulang dan menjaga keseimbangan kalsium dan homeostatis. Kalsitonin (salmon) (salkatonin sintetik atau kalsitonin salmon rekombinan) digunakan untuk menurunkan kadar kalsium dalam plasma pada beberapa penderita hiperkalsemia (khususnya bila disebabkan penyakit keganasan).

Kalsitonin diberikan untuk pengobatan penyakit tulang Paget. Kalsitonin juga digunakan dalam mencegah dan mengobati osteoporosis pascamenopause (lihat bagian 6.6).

Teriparatid, suatu rekombinan, yang merupakan fragmen dari hormon paratiroid, telah digunakan untuk pengobatan osteoporosis pascamenopause, namun teriparatid sebaiknya diberikan oleh dokter yang berpengalaman dalam mengatasi osteoporosis.

Sinakalset (bagian 9.4.1.2) diberikan untuk pengobatan hiperkalsemia pada kanker paratiroid.

Monografi: 

KALSITONIN

Indikasi: 

lihat keterangan pada dosis.

Peringatan: 

mungkin sedikit tercemari hormon tiroid, lakukan uji kulit bila ada riwayat alergi, kehamilan, menyusui.

Efek Samping: 

mual, muntah, flushing, kecapan tak enak, kedutan di tangan, reaksi radang lokal.

Dosis: 
  • Hiperkalsemia: injeksi subkutan/intramuskular mula-mula 4 UI/kg bb/hari, disesuaikan dengan respons klinik;
  • Penyakit Paget: injeksi subkutan/intramuskular antara 80 unit 3 kali seminggu sampai 160 UI/hari dalam dosis tunggal atau terbagi;
  • Nyeri tulang atau sindrom kompresi saraf: 80-160 unit per hari selama 3-6 bulan.
Keterangan: 

Bersama dengan hormon paratiroid, kalsitonin berperanan dalam mengatur homeostasis Ca dan metabolisme Ca tulang. Hormon ini digunakan untuk mengatasi hiperkalsemia, terutama pada keganasan. Nyeri pada penyakit Paget dapat ditekan dengan kalsitonin, demikian juga beberapa gangguan saraf, misalnya tuli saraf. Salkatonin, sediaan yang ada di Indonesia, adalah kalsitonin salmon sintetik yang imunogenitasnya lebih rendah. Kekuatan 50 unit salkatonin setara dengan 80 unit kalsitonin (dari babi).