6.5.3 Antiestrogen

Antiestrogen klomifen dan tamoksifen (bagian 8.3.4.1) digunakan pada pengobatan infertilitas pada wanita karena oligomenoroea atau amenoroea sekunder (misalnya yang disebabkan penyakit ovarium polisistik). Antiestrogen menginduksi gonadotropin dengan berikatan reseptor estrogen di hipotalamus, sehingga mempengaruhi mekanisme umpan balik (feed-back); koriogonik gonadotropin kadang- kadang digunakan sebagai terapi tambahan. Pasien sebaiknya diperingatkan bahwa ada risiko kehamilan kembar (jarang lebih dari kembar 2).

Monografi: 

KLOMIFEN SITRAT

Indikasi: 

infertilitas akibat anovulasi, oligospermia.

Peringatan: 

kemungkinan terjadi kehamilan ganda, sindroma ovarium polikistik, sindroma hiperstimulasi ovarium, kehamilan ektopik, fibroid uterus. Sebaiknya tidak digunakan lebih dari 6 bulan.

Kontraindikasi: 

penyakit hati, kista ovarium, tumor yang bergantung pada hormon, kehamilan, perdarahan vagina yang belum jelas sebabnya.

Efek Samping: 

gangguan penglihatan, overstimulasi ovarium, hot flushes, mual, muntah, sakit kepala, bercak haid, menoragia, endometriosis, kejang, berat badan naik, ruam kulit, pusing, rambut rontok.

Dosis: 

infertilitas tanpa ovulasi: 1 tablet/hari selama 5 hari mulai pada hari ke-5 siklus. Biasanya ovulasi terjadi pada 6-10 hari setelah tablet terakhir. Bila ovulasi tidak terjadi, dosis dinaikkan menjadi 2 kali sehari. Oligospermia: 1 tablet/hari selama 40-90 hari.