Antagonis Hormon Antidiuretik

Monografi: 

TOLVAPTAN

Indikasi: 

hiponatremia sekunder karena gangguan sekresi hormon antidiuretik  (syndrome of inappropriate antidiuretic hormone secretion), hiponatremia hipervolume yang tidak bisa ditangani dengan pembatasan cairan (natrium dalam serum<125 mEq/L atau hiponatremia yang memberikan gejala pada pasien gagal jantung).

Peringatan: 

demielinasi osmosis karena perbaikan kadar natrium dalam darah yang terlalu cepat (12 mEq/L/24  jam), dehidrasi, hipovolemik terutama pada pasien yang juga menerima diuretik atau mengalami restriksi cairan, kadar kalium dimonitor setelah pemberian tolvaptan pada pasien dengan kadar kalium lebih dari 5 mEq/L.

Interaksi: 

penggunaan bersama tolvaptan dengan rifampisin, rifabutin, rifapentin, barbiturat, fenitoin, karbamazepin dapat menurunkan konsentrasi tolvaptan dalam plasma, penurunan dosis tolvaptan mungkin harus dilakukan jika digunakan bersama siklosporin.

Kontraindikasi: 

meningkatkan kadar natrium dalam serum dengan cepat, pasien yang sulit merespon rasa haus, hiponatremia hipovolemik, penggunaan bersama dengan penghambat CYP3A kuat (klaritromisin, ketokonazol, itrakonazol, ritonavir, indinavir, nelfinavir, saquinavir, nefazodon dan telitromisin); anuria.

Efek Samping: 

haus, mulut kering, astenia, pireksia, anoreksia, konstipasi, poliuria dan hiperglikemi, koagulasi intravaskular, trombus intrakardiak, fibrilasi ventrikel, perpanjangan waktu protrombin, kolitis iskemia, ketoasidosis diabetik, rabdomiolisis, cerebrovascular accident, hemoragik ureter, hemoragik vagina, embolisme paru, gagal napas, deep vein thrombosis.

Dosis: 

15 mg satu kali sehari dan dapat dinaikkan menjadi 30 mg sekali sehari minimal setelah 24 jam. Dosis maksimum 60 mg satu kali sehari.