Gonadotropin

Follicle-stimulating hormone (FSH) dan Luteinising Hormone (LH) merupakan human menopausal gonadotropin, FSH tunggal dalam follitropin, atau gonadotropin korionik digunakan dalam pengobatan infertilitas pada wanita dengan hipopituitarisme atau pada pasien yang tidak memperlihatkan respon terhadap klomifen, atau pada pengobatan superovulasi untuk membantu terjadinya pembuahan (seperti fertilisasi in vitro). Gonadotropin kadang-kadang digunakan untuk pengobatan hipogonadisme, hipogonadotropik dan oligosperma yang terkait. Gonadotropin tidak digunakan pada gagal gonadal primer. Korionik-gonadotropin juga kadang-kadang digunakan pada pria dengan pubertas tertunda dengan cara menstimulasi produksi testosteron endogen, walau kurang bermanfaatnya dibanding testosteron (bagian 6.4.2).

Monografi: 

FOLLITROPIN ALFA (REKOMBINAN FOLLICLE STIMULATING HORMONE (FSH) HUMAN)

Indikasi: 

follitropin alfa diikuti dengan pemberian human chorionic gonadotropin (hCG) direkomendasikan untuk menstimulasi pembentukan folikel dan ovulasi pada wanita yang mengalami disfungsi hipotalamus hipofisa yang terjadi pada pasien oligomenorrhoea atau amenorrhoea. Untuk menstimulasi pembentukan multifolikel pada pasien yang sedang menjalani super ovulasi melalui teknologi pendukung reproduksi (ART, Assisted Reproductive Technologies) seperti fertilisasi in vitro (IVF, In Vitro Vertilization), transfer gamet intra fallopi (GIFT, Gamete Intra-Fallopian Transfer) dan transfer zigot intra fallopi (ZIFT, Zygote Intra-Fallopian Transfer).

Peringatan: 

pasien yang mempunyai riwayat hipersensitifitas terhadap sediaan gonadotropin; risiko kehamilan ganda (hamil anak kembar); jika terjadi sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS, Ovarian Hiperstimulation Syndrome) yang berat, hentikan pengobatan dan pasien harus dirawat di rumah sakit. Harus dievaluasi kemungkinan hipotiroidisme, defisiensi adrenokortikol, hiperprolaktinemia dan tumor hipotalamik atau pituitari.

Interaksi: 

Penggunaan bersamaan dengan obat yang menstimulasi ovulasi dapat meningkatkan efek terhadap folikel, sedangkan penggunaan bersamaan agonis GnRH yang menginduksi ketidakpekaan pituitari akan menyebabkan diperlukan peningkatan dosis follitropin yang digunakan agar diperoleh respon ovarium yang memadai.

Kontraindikasi: 

kehamilan dan menyusui; pembesaran ovarium atau kista yang bukan disebabkan oleh penyakit polisistik ovarium; perdarahan ginekologi dengan penyebab yang belum diketahui; karsinoma ovarium, uterus dan mammae; tumor kelenjar hipotalamus dan hipofisis.

Efek Samping: 

Sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS) seperti nyeri di daerah bawah abdomen, yang bisa juga terjadi bersamaan dengan rasa mual, muntah dan peningkatan berat badan, nyeri pada persendian, demam, reaksi di tempat penyuntikan. Sangat jarang tromboembolisme, ginekomastia, akne.

Dosis: 

Pada wanita dengan anovulasi, termasuk PCOD (Polycystic Ovarian Disease), Pengobatan disesuaikan dengan respon individual pasien.

HUMAN CHORIONIC GONADOTROPIN (HCG)

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

gangguan fungsi jantung dan ginjal; asma; epilepsi, migren.

Efek Samping: 

udem, sakit kepala, lelah, perubahan mood, ginekomastia, perangsangan ovarium berlebihan, pubertas prekoks.

Dosis: 

Hipogonadisme pria: 2-3 kali 1000-2000 UI/minggu. Pubertas tertunda: 2 kali 1500 UI/minggu selama 6 bulan. Infertilitas wanita: 5000-10000 UI setelah terapi dengan HMG, dilanjutkan dengan 1-3 kali 5000 UI dalam 9 hari berikutnya.

HUMAN MENOPAUSAL GONADOTROPIN (HMG)

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

kista ovarium, gangguan adrenal dan tiroid, hiperprolaktinoma, atau tumor hipofisis.

Efek Samping: 

hiperstimulasi ovarium, kehamilan ganda, reaksi lokal.

Dosis: 

disuntikkan intramuskular dalam. Pada wanita: 1-2 amp/hari dan dinaikkan bertahap sambil dimonitor pematangan folikelnya. Diikuti dengan pemberian HCG untuk memicu ovulasi; pada pria: 2-3 kali 1-2 ampul per minggu dalam kombinasi dengan HCG. Dilanjutkan sampai 10-12 minggu, dan bila telah terjadi spermatogenesis, hanya dilanjutkan HCGnya.

Keterangan: 

Hormon ini merupakan ekstrak murni dari urin wanita pascamenopause berisi FSH dan LH. Aktivitas invivo relatif dari sediaan ini dinyatakan dalam rasio; sediaan yang rasio aktivitas relatifnya 1:1 dikenal sebagai menotrofin.

LUTROPIN ALFA (REKOMBINAN LUTEINISING HORMON HUMAN)

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

Infertilitas bukan karena hipotiroidsm, defisiensi adrenokortikal, hiperprolaktinemia, tumor pituatari atau hipotalamus.

Kontraindikasi: 

pembesaran ovarium atau kista (kecuali jika disebabkan oleh penyakit ovarium policystic); perdarahan vagina yang tidak diketahui; tumor pituatari atau hipotalamus, karsinoma pada kelenjar mammae, uterus atau ovarium.

Efek Samping: 

mual, muntah, nyeri abdomen atau pelvis, sakit kepala, rasa kantuk, reaksi pada tempat penyuntikan, sindrom hiperstimulasi ovarium, kista ovarium, nyeri payudara, kehamilan ektopik, tromboembolism, adnexal torsion, hemoperitoneum.

Dosis: 

Injeksi subkutan, dalam kombinasi dengan follicle stimulating hormone, sesuai respon.

UROFOLITROFIN

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat keterangan pada HMG (Human Menopausal Gonadotropin).

Efek Samping: 

lihat keterangan pada HMG.

Dosis: 

injeksi subkutan atau intramuskular.