6.5.1 Hormon Hipotalamus

Gonadorelin jika diinjeksikan secara intravena pada subyek sehat menyebabkan peningkatan dengan cepat kadar luteinising hormon (LH) dan follicle-stimulating hormon (FSH) dalam plasma. Tetapi tidak terbukti dapat banyak membantu dalam lesi hipotalamus dari lesi pituitary. Analog gonadorelin diindikasikan pada endometriosis dan infertilitas (bagian 6.7.2) juga untuk kanker prostat dan payudara (bagian 8.3.4). Protirelin adalah hormon yang dihasilkan hipotalamus yang menstimulasi pengelepasan tirotropin dari pituitari. Digunakan untuk diagnosa hipertiroid ringan atau hipotiroid, tetapi penggunaannya telah digantikan dengan thyroid-stimulating hormone immunoassay. Sermorelin, suatu analog hormon pertumbuhan melepaskan hormon (somatorelin, GHRH), digunakan sebagai uji diagnostik sekresi hormon pertumbuhan, tidak digunakan rutin karena kekurangan hormon pertumbuhan dapat disebabkan oleh defisiensi hipotalamus.

Monografi: 

GONADORELIN

Indikasi: 

endometriosis.

Efek Samping: 

mual muntah, sakit kepala, nyeri perut, menorrhagia, iritasi, reaksi hipersensitivitas.

Dosis: 

untuk amenore dan infertilitas karena release abnormal dari LHRH (gonadorelin endogen), permulaan 10-20 mcg selama 1 menit melalui pulsatile subcutaneous infusion, diulangi tiap 90 menit sampai terjadi konsepsi atau maksimal hingga 6 bulan. Mungkin diperlukan pulsatile intravenous infusion.