6.4.3 Steroid Anabolik

Steroid anabolik mempunyai aktivitas androgenik tetapi efek maskulinasi pada wanita atau anak perempuan lebih kecil dibanding dengan androgen. Steroid anabolik digunakan dalam pengobatan anemia aplastik (bagian 9.1.3). Steroid anabolik pernah diberikan pada wanita untuk osteoporosis tetapi sekarang tidak dianjurkan lagi. Ikatan protein steroid anabolik secara klinis tidak menguntungkan. Penggunaanya untuk pembentukan otot atau menambah tenaga benar-benar tidak dapat dibenarkan, beberapa atlit menyalahgunakannya.

Oksadrolon dapat digunakan untuk menstimulasi pertumbuhan prapubertas yang terlambat sebelum induksi pematangan seks pada anak laki-laki dengan tinggi badan kurang dan anak perempuan dengan sindrom Turner. Diperlukan penanganan dokter spesialis untuk menangani keadaan ini.

Monografi: 

METANDROSTENOLON

Indikasi: 

lihat keterangan di atas.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Dosis: 

1/2-1 tablet/hari.

NANDROLON

Indikasi: 

osteporosis pada pascamenopause; lihat keterangan di atas; anemia aplastik.

Peringatan: 

gangguan fungsi ginjal dan jantung, hipertensi, diabetes mellitus, epilepsi, migren, metastasis skeletal (akibat hiperkalsemia).

Interaksi: 

lihat Lampiran 1 (anabolik steroid).

Kontraindikasi: 

gangguan fungsi ginjal, kanker prostat, kehamilan, menyusui, porfiria.

Efek Samping: 

akne, retensi natrium, virilisasi disertai perubahan suara, amenorea, penghambatan spermatogenesis, penutupan epifisis dini, gangguan fungsi hati.

Dosis: 

injeksi intramuskular 50 mg dalam setiap 3 minggu.