Dutasterid dan Finasterid

Dutasterid dan finasterid adalah penghambat spesifik enzim 5 alfa-reduktase yang memetabolisme testosteron menjadi androgen yang lebih poten, dihidrotestosteron. Penghambat metabolisme testosteron ini akan memperkecil ukuran prostat yang akan diikuti dengan perbaikan aliran urin dan gejala obstruksi. Dutasterid dan finasterid merupakan alternatif untuk alfa bloker (bagian 7.4.1) terutama pada pria dengan pembesaran prostat yang nyata. Finasterid juga digunakan bersama doksazosin pada penanganan hiperplasia prostat jinak. Finasterid dosis rendah diberikan untuk mengatasi kebotakan khas pada pria (bagian 13.9).

Perhatian. Dutasterid dan finasterid menurunkan kadar serum petanda kanker prostat misalnya antigen spesifik prostat; oleh karena itu, nilai acuan/rujukan sebaiknya disesuaikan. Dutasterid dan finasterid keduanya diekskresi dalam sperma dan dianjurkan menggunakan kondom jika pasangan seksual sedang hamil atau dapat hamil. Wanita yang berpotensi mempunyai anak sebaiknya menghindari memegang tablet finasterid yang hancur atau pecah dan kapsul dutasterid yang bocor.

Kontraindikasi: Pada wanita, anak dan remaja.

Efek samping: Impotensi, penurunan libido, gangguan ejakulasi, dan kesulitan bernapas dan pembesaran payudara.

Monografi: 

DUTASTERID

Indikasi: 

Pengobatan dan pencegahan perkembangan Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) dengan mengurangi gejala yang muncul, mengurangi ukuran prostat (volume), meningkatkan kecepatan  aliran urin, mengurangi risiko retensi urin akut dan mengurangi pembedahan akibat BPH. Dalam kombinasi dengan alfa bloker tamsulosin, diindikasikan untuk pengobatan simtomatik BPH moderat sampai berat pada pria dengan pembesaran prostat.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Interaksi: 

lihat lampiran 1.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas, gangguan fungsi hati berat.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Dosis: 

Sekali sehari satu kapsul (0,5 mg), dapat diberikan bersama dengan maupun tidak bersama dengan makanan. Meskipun perbaikan mungkin sudah terlihat pada awal pengobatan, pengobatan selama kurang lebih 6 bulan diperlukan untuk
menilai secara obyektif apakah dapat diperoleh respon yang memuaskan terhadap pengobatan.

DUTASTERID+TAMSULOSIN HIDROKLORIDA

Indikasi: 

Pengobatan benign prostatic hyperplasia (BPH) sedang sampai berat pada pria dengan pembesaran prostat.

Peringatan: 

Dutasterid terabsorpsi melalui kulit, wanita dan anak harus menghindari kontak dengan kapsul dutasterid yang rusak, jika terjadi kontak harus segera dicuci dengan sabun dan air, nilai antigen spesifik prostat harus dimonitor setelah 6 bulan penggunaan, risiko Intraoperative Floppy Iris Syndrome (IFIS) selama operasi katarak yang diterapi dengan tamsulosin, risiko kanker payudara pada laki-laki, laporkan bila terjadi perubahan pada jaringan payudara.

Interaksi: 

Penghambat kuat hingga sedang CYP3A4 (ketokonazol, eritromisin) dan penghambat kuat CYP2D6 (paroksetin): meningkatkan konsentrasi dustaterid dalam darah. Penghambat adrenergik α-1, penghambat fosfodiesterase tipe 5, agen anestesi: meningkatkan efek hipotensi. Simetidin: menurunkan klirens dan meningkatkan kadar tamsulosin HCl.

Kontraindikasi: 

Hipersensitivitas, wanita, anak dan remaja, gangguan fungsi hati berat, riwayat hipotensi ortostatik.

Efek Samping: 

Umum: pusing, ejakulasi abnormal. Tidak umum: palpitasi, konstipasi, diare, muntah, astenia, rinitis, ruam, pruritus, urtikaria, hipotensi postural. Jarang: alopesia, hipertrikosis, pingsan, angiodema. Sangat jarang: reaksi alergi, udem lokal, suasana hati depresi, nyeri dan pembengkakan testikular, priapisme, sindroma Stevens-Johnson. 

Dosis: 

Satu kapsul (0,5 mg dutasterid/0,4 mg tamsulosin hidroklorida) sekali sehari diminum 30 menit setelah makan di waktu yang sama setiap harinya, kapsul ditelan langsung secara utuh, tidak boleh dikunyah atau dibuka kapsulnya.

FINASTERID

Indikasi: 

hiperplasia prostat ringan.

Peringatan: 

obstruksi kemih, kanker prostat, gunakan kondom bila pasangan seksual sedang hamil atau diharapkan hamil.

Efek Samping: 

impotensi, libido dan volume ejakulat menurun, nyeri dan tegang payudara.

Dosis: 

5 mg/hari; pengobatan harus ditinjau ulang setelah 6 bulan.