TIBOLON

Monografi: 

TIBOLON

Indikasi: 

terapi singkat untuk mengatasi gejala defisiensi estrogen (termasuk wanita yang diobati dengan analog hormon pelepas gonadotropin); profilaksis osteoporosis pada wanita dengan risiko fraktur (sebagai terapi pilihan kedua).

Peringatan: 

lihat keterangan di atas dan keterangan di bawah Estrogen untuk TSH; gangguan ginjal, riwayat penyakit hati, epilepsi, migrain, diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, obat dihentikan bila muncul gejala penyakit tromboembolik, tes fungsi hati abnormal atau kolestatik jaundice; lihat keterangan di bawah.

Interaksi: 

Lampiran 1 (Tibolon).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas dan keterangan di bawah Estrogen untuk TSH; tumor akibat hormon, riwayat penyakit kardiovaskular atau serebrovaskular (contoh: tromboplebitis, tromboembolism), perdarahan vagina yang belum diteliti, penyakit hati berat, kehamilan, menyusui.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; perubahan berat badan, udema, pusing, mual, dermatitis seborea, perdarahan vagina, leukorea, sakit kepala, nyeri abdomen, gangguan saluran cerna, peningkatan pertumbuhan rambut pada wajah, depresi, artralgia, mialgia, migraine, kanker payudara (lihat keterangan di atas dan 8.4.1.1); gangguan penglihatan, perubahan fungsi hati, ruam dan pruritus.

Dosis: 

2,5 mg sehari. Catatan. Penggunaan tidak sesuai untuk premenopouse (kecuali di atas dengan analog hormone pelepasan gonadotropin) dan sebagai (atau dengan ) kontrasepsi oral; juga tidak sesuai untuk penggunaan dalam 12 bulan setelah menstruasi terakhir (dapat menyebabkan perdarahan yang tidak teratur); induksi penghentian perdarahan dengan progestogen jika dialihkan dari bentuk lain dari TSH.