Etinilestradiol

Etinilestradiol digunakan dalam pengobatan jangka pendek gejala defisiensi estrogen untuk pencegahan osteoporosis jika obat lain tidak dapat digunakan dan untuk pengobatan hipogonadism wanita dan gangguan menstruasi. Etinilestradiol kadang-kadang digunakan dengan supervisi khusus untuk pengobatan hereditary haemorrhagic telangiectasia (tetapi belum cukup bukti). Efek samping termasuk mual, kekurangan cairan dan trombosis, dilaporkan pada pria menyebabkan impotensi dan ginekomastia. Untuk penggunaan pada kanker prostat, lihat bagian 8.3.1

Monografi: 

ETINILESTRADIOL

Indikasi: 

lihat catatan di atas.

Peringatan: 

penyakit jantung (retensi natrium dengan udema, tromboembolism), gangguan hati (jaundice), lihat juga keterangan Kontrasepsi Hormonal kombinasi (bagian 7.3.1) dan keterangan Estrogen untuk TSH di atas.

Kontraindikasi: 

lihat keterangan Kontrasepsi Hormonal kombinasi (bagian 7.3.1) dan keterangan Estrogen untuk TSH di atas.

Efek Samping: 

efek feminin pada pria; lihat keterangan Kontrasepsi Hormonal kombinasi (bagian 7.3.1) dan keterangan estrogen untuk TSH di atas.

Dosis: 

Gejala menopause dan pencegahan osteoporosis (dengan progestogen selama 12–14 hari per siklus pada wanita dengan uterus lengkap), 10 – 50 mcg sehari selama 21 hari, diulang setelah 7 hari periode tidak makan obat. Hipogonadism wanita, 10–50 mcg sehari, biasanya berdasarkan siklus; pengobatan estrogen awal harus diikuti dengan pengobatan kombinasi estrogen dan progestogen. Gangguan menstruasi, 20–50 mcg sehari dari hari ke-5 sampai hari ke-25 tiap siklus, dengan menambahkan progestogen ke siklus atau dari hari ke-15 sampai hari ke-25.