6.4.1.1 Estrogen dan Terapi Sulih Hormon


Estrogen perlu untuk perkembangan ciri seks sekunder perempuan, juga dapat menstimulasi myometrial hypertrophy dan hiperplasia endometrium. Jika perkembangan pubertas anak tertunda karena patologi organ, pubertas dapat diinduksi dengan etinil estradiol dalam dosis yang dinaikkan berdasarkan pindai saluran kemih dan perkembangan/ pertumbuhan payudara. Sulih progesteron berkala ditambahkan setelah 12-18 bulan pengobatan dengan estrogen.

Pengalaman penggunaan estrogen patch transdermal atau gel pada anak masih terbatas, ketidakpatuhan dan iritasi kulit kadang menjadi masalah. Etinil estradiol kadang-kadang di bawah pengawasan dokter spesialis digunakan untuk penanganan hereditary haemorrhagic telangi ectasia (tetapi bukti manfaat masih terbatas), pencegahan tinggi badan yang berlebihan, uji sekresi hormon pertumbuhan. Efek samping meliputi nausea dan retensi cairan. Estrogen topikal (krim) dipakai untuk pengobatan adesi labial.

Sediaan estrogen alami dengan kerja estrogenik (estradiol, estron, dan estriol) mempunyai efek yang lebih baik sebagai terapi pengganti hormon dibandingkan estrogen sintetik (ethinylestradiol dan mestranol). Tibolon mempunyai efek sebagai estrogenik, progestogenik dan androgenik lemah. Terapi estrogen diberikan secara berkala atau terus menerus untuk beberapa kondisi ginekologik. Jika diperlukan pengobatan jangka panjang, diperlukan tambahan progestogen untuk mengurangi resiko cystic hyperplasia pada endometrium (atau endometriotic foci pada wanita yang telah menjalani hysterectomi) dan kemungkinan berubah menjadi kanker.

Estrogen tidak lagi digunakan untuk menekan laktasi karena dikaitkan dengan terjadinya tromboembolisme.