6.2.1 Hormon Tiroid

Hormon tiroid digunakan pada hipotiroidisme (myxoedema) dan juga digunakan pada goiter non toksik yang diffuse (luas tidak berbatas tegas), tiroiditis Hashimoto (lymphadenoid goiter) dan karsinoma tiroiditis. Hipotiroid neonatal membutuhkan pengobatan segera agar bayi dapat tumbuh kembang normal. Natrium levotiroksin (natrium tiroksin) adalah obat pilihan untuk terapi pemeliharaan. Dosis awal tidak lebih dari 100 mcg sehari, lebih baik sebelum makan pagi, atau 25–50mcg pada pasien lanjut usia atau pasien dengan penyakit jantung, ditingkatkan dengan 25–50 mcg dengan interval paling cepat tiap 4 minggu. Dosis pemeliharaan untuk mengobati hipotiroid umumnya 100–200 mcg sehari yang dapat diberikan sebagai dosis tunggal. Pada bayi dan anak, dosis tiroksin untuk hipotiroid bawaan dan juvenile myxoedema sebaiknya dititrasi sesuai dengan respon klinik, penilaian pertumbuhan serta pengukuran tiroksin plasma dan TSH (Thyroid Stimulating Hormone).

Pada hipotiroid bawaan, dosis awal yang lebih tinggi (hingga 15 mcg/kg bb/hari) dapat memberikan efek yang menguntungkan pada perkembangan mental anak.

Monografi: 

NATRIUM LEVOTIROKSIN (GARAM TIROKSIN)

Indikasi: 

hipotiroidisme.

Peringatan: 

panhipopituarisme atau predisposisi insufisiensi adrenal (terapi awal dengan kortikosteroid sebelum mulai levotiroksin), lansia, penyakit jantung (insufisiensi miokardial atau infark miokardial, lihat pada dosis awal yang tertera dibawah ini), hipotiroidisme dalam jangka waktu yang lama, diabetes insipidus, diabetes mellitus (dosis obat antidiabetes termasuk insulin mungkin perlu ditambah), kehamilan dan menyusui.

Interaksi: 

Lampiran 1 (hormon tiroid). Sebelum mulai terapi sebaiknya dilakukan EKG untuk menilai perubahan yang ada apakah dipengaruhi oleh hipotiroidisme atau karena iskemia. Jika peningkatan metabolisme terlalu cepat (menyebabkan diare, gelisah, denyut jantung lebih cepat, tremor dan kadang-kadang nyeri angina pada iskemia latent), dosis dikurangi atau tidak diberikan selama 1-2 hari dan mulai kembali pada dosis yang lebih rendah.

Kontraindikasi: 

tirotoksikosis.

Efek Samping: 

biasanya terjadi karena kelebihan dosis (lihat dosis awal di atas), nyeri angina, aritmia, palpitasi, kram otot skelet, takikardi, diare, muntah, tremor, gelisah, bergairah, insomnia, sakit kepala, muka merah, berkeringat, demam, intoleransi terhadap panas, berat badan turun drastis, otot lemah.

Dosis: 

Dewasa; dosis awal 50-100 mcg/ hari (50 mcg untuk pasien berumur lebih dari 50 tahun), diutamakan sebelum sarapan, secara bertahap dinaikkan setiap 3-4 minggu sampai metabolisme kembali normal (biasanya 100-200 mcg sehari). Untuk pasien yang mempunyai penyakit jantung, dosis awal 25 mcg/hari atau 50 mcg pada hari yang lain secara bergantian, dinaikkan 25 mcg secara bertahap setiap 4 minggu. Hipotiroidisme bawaan dan Juvenille myxoedema; neonatus sampai 1 bulan, dosis awal 5-10 mcg/kg bb/hari, anak-anak lebih dari 1 bulan dosis awal 5 mcg/kg bb/hari dinaikkan 25 mcg secara bertahap setiap 2-4 minggu sampai gejala toksik ringan muncul kemudian dosis diturunkan secara perlahan-lahan.