6.1.3 Antihipoglikemi

Dosis awal glukosa 10–20 g diberikan melaui mulut dalam bentuk cair atau sebagai gula granul atau gula batu. Kira-kira 10 g glukosa sama dengan 2 sendok teh gula, 3 gula batu. Hipoglikemia yang menyebabkan pasien pingsan merupakan keadaan darurat. Glukagon, hormon polipeptida yang dihasilkan oleh sel alfa dari pulau Langerhans, meningkatkan kadar glukosa plasma dengan mengubah glikogen yang disimpan di hati. Pada hipoglikemia, jika gula tidak dapat diberikan melaui mulut, glukagon dapat diberikan melalui injeksi. Karbohidrat sebaiknya diberikan sesegera mungkin untuk mengganti simpanan glikogen di hati; glukagon tidak tepat untuk keadaan hipoglikemia kronik. Glukagon dapat digunakan untuk keadaan gawat darurat pada pasien dengan terapi insulin yang mengalami serangan hipoglikemia. Sebaiknya penderita dirawat selalu siap dengan glukagon untuk memudahkan perawat menangani hipoglikemi akibat insulin. Jika tidak efektif dalam 10 menit glukosa intravena sebaiknya diberikan.

Sebagai alternatif 50 mL infus intravena glukosa 20%, (bagian 9.2.1) dapat diberikan secara intravena pada pembuluh vena besar menggunakan jarum yang besar, hati-hati karena kadar ini menimbulkan iritasi terutama jika timbul ekstravasasi. Sebagai alternatif, infus intravena 50 mL glukosa 20% atau 25 mL glukosa 50% dapat diberikan, tapi kadar tinggi bersifat lebih iritan dan kental sehingga menyulitkan pemberian.

Infus intravena glukosa 10% dapat juga diberikan, tetapi diperlukan jumlah yang lebih besar. Diperlukan pengawasan ketat pada keadaan hipoglikemi akibat insulin kerja panjang karena diperlukan pemberian glukosa juga dalam jangka panjang. Pasien yang hipoglikemia karena obat antidiabetik oral sebaiknya dibawa kerumah sakit karena efek hipoglikemia obat ini mungkin bertahan beberapa jam.

Glukagon tidak efektif untuk mengatasi hipoglikemi karena gangguan penyimpanan glikogen atau gangguan oksidasi asam lemak. Hipoglikemi pada neonatal pada saat kelahiran diatasi dengan infus intravena glukosa 10% dengan kecepatan 5 mL/kg bb/jam. Dosis awal 2,5 mL/kg bb selama 5 menit mungkin diperlukan jika hipoglikemi yang terjadi cukup parah sehingga dapat menimbulkan kehilangan kesadaran. Hipoglikemi menetap ringan yang asimtomatik biasanya memberikan respon terhadap dosis tunggal glukagon. Glukagon pada anak juga telah digunakan dalam penanganan jangka pendek hiperinsulinisme endogen.

Monografi: 

GLUKAGON

Indikasi: 

lihat keterangan di atas dan di bawah dosis.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas, insulinoma, glukagonoma, tidak efektif pada hipoglikoma kronik, kelaparan dan kekurangan adrenalin.

Kontraindikasi: 

feokromositoma.

Efek Samping: 

mual, muntah, nyeri perut, hipokalemia, hipotensi, reaksi hipersensitivitas (jarang terjadi).

Dosis: 

Hipoglikemia yang diinduksi oleh insulin, melalui injeksi subkutan, intramuskular atau intravena, dewasa dan anak di atas 8 tahun (atau berat badan di atas 25 kg) 1 mg; anak di bawah 8 tahun (atau berat badan di bawah 25 kg) 500 mcg, jika tidak ada respon dalam 10 menit injeksi intravena dapat diberikan. Bantuan diagnostik, lihat literatur produk. Keracunan beta bloker: 50-150 mcg/kg bb dalam larutan laktosa disuntikkan intravena. Bila responnya kurang baik, dosis dapat diulang atau diberikan glukagon secara infus. Catatan: 1 unit glukagon = 1 mg glukagon atau glukagon HCl.