6.1.2.1 Sulfonilurea

Kerja utama sulfonilurea adalah meningkatkan sekresi insulin sehingga efektif hanya jika masih ada aktivitas sel beta pankreas; pada pemberian jangka lama sulfonilurea juga memiliki kerja di luar pankreas. Semua golongan sulfonilurea dapat menyebabkan hipoglikemia, tetapi hal ini tidak biasa terjadi dan biasanya menandakan kelebihan dosis. Hipoglikemia akibat sulfonilurea dapat menetap berjam-jam dan pasien harus dirawat di rumah sakit.

Sulfonilurea digunakan untuk pasien yang tidak kelebihan berat badan, atau yang tidak dapat menggunakan metformin. Pemilihan sulfonilurea diantara obat yang ada ditentukan berdasarkan efek samping dan lama kerja, usia pasien serta fungsi ginjal. Sulfonilurea kerja lama klorpropamid dan glibenklamid lebih sering menimbulkan hipoglikemia; oleh karena itu untuk pasien lansia obat tersebut sebaiknya dihindari dan sebagai alternatif digunakan sulfonilurea kerja singkat, seperti gliklazid atau tolbutamid. Klorpropamid juga mempunyai efek samping lebih banyak daripada sulfonilurea lain (lihat keterangan di bawah) sehingga penggunaannya tidak lagi dianjurkan.

Jika kombinasi antara diet ketat dan terapi sulfonilurea gagal, pilihan lain meliputi:

  • Kombinasi dengan metformin (bagian 6.1.2.2) (laporan peningkatan risiko bahaya penggunaan kombinasi ini belum diketahui pasti);
  • Kombinasi dengan akarbosa (bagian 6.1.2.3), mungkin memberikan manfaat sedikit, tetapi flatulensi dapat menjadi masalah;
  • Kombinasi dengan pioglitazon, lihat bagian 6.1.2.3;
  • Kombinasi dengan insulin isophane pada waktu tidur malam (bagian 6.1.1), tetapi dapat terjadi peningkatan berat badan dan hipoglikemia.

Terapi insulin sebaiknya diberikan secara sementara selama sakit yang intercurrent (misalnya infark miokard, koma, infeksi dan trauma). Sulfonilurea tidak boleh diberikan pada pagi hari pembedahan, untuk itu diperlukan insulin karena dapat terjadi hiperglikemia pada keadaan ini.

Peringatan: Sulfonilurea dapat meningkatan berat badan dan diresepkan hanya jika kontrol buruk dan gejala tidak hilang walaupun sudah melakukan upaya diet yang memadai. Metformin (bagian 6.1.2.2) dipertimbangkan sebagai obat pilihan untuk pasien kelebihan berat badan. Hati-hati digunakan pada pasien lansia dan pada pasien dengan gangguan fungsi hati (lampiran 2) dan ginjal ringan hingga sedang (lampiran 3) karena bahaya hipoglikemia. Tolbutamid kerja singkat dapat digunakan pada pasien dengan gangguan ginjal, begitu juga glikuidon dan gliklazid yang dimetabolisme di hati, tetapi diperlukan monitoring kadar glukosa darah, diperlukan dosis terkecil yang menghasilkan kontrol glukosa darah yang cukup.

Kontraindikasi: Sulfonilurea sedapat mungkin dihindari pada gangguan fungsi hati (lampiran 2); gagal ginjal (lampiran 3) dan pada porfiria. Sulfonilurea sebainya tidak digunakan pada ibu menyusui dan selama kehamilan sebaiknya diganti dengan terapi insulin (lihat juga lampiran 4). Sulfonilurea dikontraindikasikan jika terjadi ketoasidosis.

Efek samping: umumnya ringan dan jarang, diantaranya gangguan gastrointestinal seperti mual, muntah, diare dan konstipasi. Klorpropamid memiliki efek samping lebih banyak karena durasi kerjanya yang lama dan risiko hipoglikemia sehingga tidak lagi digunakan. Juga dapat menyebabkan muka kemerahan setelah minum alkohol; efek ini tidak terjadi pada sulfonilurea lain. Klorpropamid juga dapat meningkatkan sekresi hormon antidiuretik dan sangat jarang menyebabkan hiponatremia (hiponatremia juga dilaporkan pada glimepirid dan glipizid).

Sulfonilurea dapat menyebabkan gangguan fungsi hati, yang mungkin menyebabkan jaundice kolestatik, hepatitis dan kegagalan fungsi hati meski jarang. Dapat terjadi reaksi hipersensitifitas, biasanya pada minggu ke 6-8 terapi, reaksi yang terjadi berupa alergi kulit yang jarang berkembang menjadi eritema multiforme dan dermatitis eksfoliatif, demam dan jaundice; jarang dilaporkan fotosensitivitas dengan klorpropamid dan glipizid. Gangguan darah juga jarang yaitu leukopenia, trombositopenia, agranulositosis, pansitopenia, anemia hemolitik, dan anemia aplastik.

Monografi: 

GLIBENKLAMID

Indikasi: 

diabetes mellitus tipe 2.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (antidiabetik).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Dosis: 

dosis awal 5 mg 1 kali sehari; segera setelah makan pagi (dosis lanjut usia 2.5 mg, tetapi hindari- lihat keterangan di atas) disesuaikan berdasarkan respon: dosis maksimum 15 mg sehari).

GLIKLAZID

Indikasi: 

NIDDM (tipe 2) pada orang dewasa bila pengaturan pola makan, olahraga dan penurunan berat badan belum mencukupi untuk mengontrol kadar gula darah.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (antidiabetik).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas; hipersensitif terhadap gliklazid; diabetes tipe 1; diabetes pre koma dan koma, diabetes ketoasidosis; kelainan fungsi ginjal dan fungsi hati berat (dalam hal ini penggunaan insulin direkomendasikan); pengobatan bersamaan dengan mikonazol (lihat interaksi).

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas; efek samping lainnya lebih jarang dilaporkan yaitu: reaksi pada kulit dan jaringan subkutan (rash, pruritus, urtikaria, eritema, maculopapular rashes, bullous reaction, allergic vasculitis dilaporkan pada penggunaan sulfonilurea lain), gangguan hematologi, gangguan sistem hepato-biliari, peningkatan kadar enzim hati, dan gangguan visual.

Dosis: 

dosis awal 40-80 mg 1 kali sehari; ditentukan berdasarkan respon: hingga 160 mg diberikan bersama sarapan, dosis lebih tinggi diberikan terbagi, maksimal 240 mg/hari dalam 1-2 kali.

GLIKUIDON

Indikasi: 

diabetes mellitus tipe 2.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (antidiabetik).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Dosis: 

dosis awal 15 mg sehari; sebelum makan pagi, disesuaikan hingga 45-60 mg sehari dalam 2 atau 3 kali dosis terbagi. Dosis maksimum pemberian tunggal 60 mg, dosis maksimum 180 mg sehari.

GLIMEPIRID

Indikasi: 

diabetes mellitus tipe 2.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas, dianjurkan untuk monitoring fungsi hati dan hematologi tetapi dibuktikan oleh batas nilai klinik.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (antidiabetik).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas.

Dosis: 

dosis awal 1 mg sehari; disesuaikan dengan respon pada tahap pemberian interval 1 mg pada minggu 1-2: dosis maksimum harian 4 mg (kejadian luar biasa, sampai 6 mg sehari dapat digunakan), diminum secepatnya sebelum atau suapan pertama makan.

GLIMEPIRID + METFORMIN

Indikasi: 

Injeksi subkutan pada paha, dinding abdomen, atau lengan atas pada dewasa dan anak usia di atas 6 tahun sesuai kebutuhan.

Peringatan: 

Peningkatan mortalitas kardio vaskular pada saat diet atau diet ditambah insulin. Berdasarkan penelitian, pasien yang melakukan pengobatan diet ditambah NIDDM memiliki tingkat mortalitas kardiovaskular 2,5 kali lebih besar dibandingkan dengan pasien yang hanya diet; peningkatan asidosis laktat; Monitor glukosa karena kemungkinan terjadi hipoglisemia terutama minggu pertama pengobatan.

Interaksi: 

Glimepirid: Lihat lampiran 1 (Antidiabetik) pada IONI 2008 Metformin: Lihat lampiran 1 (Antidiabetik) pada IONI 2008.

Kontraindikasi: 

Diabetes mellitus tergantung insulin (tipe 1), diabetes ketonemia, prekoma atau koma diabetes, asidosis metabolik akut atau kronik, hipersensitif terhadap obat ini golongan sulfonilurea, golongan sulfonamida atau golongan viquanida, gangguan fungsi hati atau ginjal berat, dibutuhkan penggantian dengan insulin untuk mengontrol glukosa darah, wanita hamil dan menyusui, mempunyai riwayat atau rentan asidosis laktat, penggunaan zat kontras yang mengandung yodium secara iv, infeksi berat, sebelum dan sesudah operasi, trauma serius, malnutrisi, pasien yang kelaparan atau kondisi lemah, insufisiensi pituitari/adrenal, disfungsi hati, disfungsi paru-paru berat, hipoksemia, konsumsi alkohol berlebihan, dehidrasi, mual dan muntah akibat gangguan gastrointestinal, gagal jantung kongestif.

Efek Samping: 

Hipoglikemia; gangguan penglihatan sementara; gejala GI (diare, mual, muntah, nyeri perut, flatulen dan anoreksia, perasan penuh di perut, sakit perut), rasa logam pada pengecapan, asidosis laktat (jarang, bila terjadi hentikan terapi), penurunan penyerapan vitamin B12, eritema, pruritus, urtikaria, hepatitis; kerusakan fungsi hati kemungkinan terjadi, trombositopenia, anemia, leukositopenia, alergi vaskulitis, kulit yang hipersensitif terhadap cahaya, penurunan kadar natrium dalam serum.

Dosis: 

Dosis bersifat individual berdasarkan kadar glukosa darah pasien. Dianjurkan pengobatan awal menggunakan dosis efektif terendah dan dosis ditingkatkan tergantung kadar glukosa darah pasien. Dosis diberikan 1 atau 2 kali perhari sebelum atau saat makan. Disaat pengobatan menggunakan kombinasi glimepirid dan metformin sebagai tablet terpisah, maka harus diberikan berdasarkan dosis yang sedang digunakan.

GLIPIZID

Indikasi: 

diabetes mellitus tipe 2.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (antidiabetik).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas, pusing, mengantuk.

Dosis: 

dosis awal 2,5 - 5 mg sehari; diminum secepatnya sebelum makan pagi atau makan siang, disesuaikan dengan respon, dosis maksimum harian 20 mg; sampai 15 mg dapat diberikan sebagai dosis tunggal, lebih tinggi dalam dosis terbagi.

KLORPROPAMID

Indikasi: 

diabetes mellitus tipe 2 (untuk digunakan pada insipidus diabetes, lihat butir 6.5.2).

Peringatan: 

lihat keterangan di atas. Sebagaimana sulfonylurea yang lain, penggunaan pada pasien dengan defisiensi G6PD dapat menyebabkan anemia hemolitika, gunakan obat non-sulfonilurea. Penggunaan hipoglikemik oral dilaporkan mempunyai kaitan dengan meningkatnya mortalitas kardiovaskuler dibandingkan dengan diet saja atau diet+insulin.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (antidiabetik).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas. Umumnya efek samping tergantung dosis, transien, yang dapat diatasi dengan pengurangan dosis atau penghentian obat.

Dosis: 

dosis awal 250 mg sehari pada saat makan pagi (dosis lanjut usia 100-125 mg, tetapi hindari- lihat keterangan di atas) disesuaikan berdasarkan respon: dosis maksimum 500 mg sehari.

TOLBUTAMID

Indikasi: 

diabetes mellitus tipe 2.

Peringatan: 

lihat keterangan di atas.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (antidiabetik).

Kontraindikasi: 

lihat keterangan di atas.

Efek Samping: 

lihat keterangan di atas, sakit kepala, tinnitus.

Dosis: 

0,5-1,5 mg (maksimal 2 g) sehari dalam dosis terbagi (lihat keterangan di atas, dengan atau segera setelah makan pagi).