6.1.1.2 Insulin Kerja Sedang dan Lama

Injeksi subkutan insulin kerja sedang atau insulin kerja lama mempunyai mula kerja kira-kira 1-2 jam, efek maksimal pada 4-12 jam, dan lama kerja 16-35 jam. Beberapa diberikan dua kali sehari bersama dengan insulin kerja singkat (soluble), dan lainnya diberikan sekali sehari, terutama pada pasien lansia. Insulin soluble dapat dikombinasi dengan insulin kerja sedang atau kerja lama (kecuali insulin detemir dan insulin glargine) dalam syringe, pada dasarnya kedua komponen tetap memiliki sifatnya masing- masing, walaupun dapat terjadi penumpulan efek awal dari komponen insulin soluble (terutama jika dikombinasi dengan insulin seng protamine, lihat keterangan di bawah) Insulin isophane adalah suspensi insulin dengan protamin yang bermanfaat untuk dosis awal pemberian insulin yang akan dijadwalkan dua kali sehari. Pasien biasanya mencampurkan isophane dengan insulin soluble, tetapi sediaan kombinasi yang sudah tersedia bisa digunakan pula (insulin isophane biphasic, insulin aspart biphasic, atau insulin lispro biphasic).

Suspensi insulin seng (kristalin) memiliki lama kerja lebih panjang; dapat digunakan sendiri atau dalam suspensi insulin seng (30% amorf, 70% kristalin).

Insulin seng protamine biasanya diberikan sekali sehari dengan insulin kerja singkat (soluble). Kerugiannya insulin ini berikatan dengan insulin soluble jika dicampur dalam syringe yang sama, dan sekarang jarang digunakan.

Insulin glargine dan insulin detemir keduanya merupakan analog insulin human dengan lama kerja panjang; insulin glargine diberikan sekali sehari dan insulin detemir sekali atau dua kali sehari.

Monografi: 

INSULIN GLARGINE (REKOMBINAN INSULIN HUMAN-KERJA LAMA)

Indikasi: 

Diabetes mellitus yang tergantung pada insulin.

Peringatan: 

Lihat keterangan pada insulin; pasien harus diajarkan ketrampilan yang penting untuk self-management diabetes, seperti monitoring kadar gula, teknik penyuntikan yang tepat, pengukuran untuk mengenali dan menangani penurunan atau peningkatan kadar gula darah. Hipoglikemia dapat terjadi pada kondisi tertentu, umumnya terjadi pada awal pengobatan dengan insulin, setelah peralihan ke preparasi insulin yang berbeda, keadaan di mana kontrol metabolisme tidak stabil, atau pada penyakit ginjal dan hati yang berat. Hiperglikemia dapat terjadi pada kondisi tertentu seperti: pengurangan / tidak mendapatkan suntikan atau penurunan efektifitas (karena penyimpanan yang salah), malfungsi pen, penurunan aktifitas fisik, stress, luka, operasi, demam atau penyakit tertentu lainnya, serta penggunaan bersamaan dengan obat lain (interaksi obat). Gejala kondisi metabolisme serius (ketoasidosis) terjadi akibat kekurangan insulin. Kebutuhan insulin berkurang pada wanita dalam pre-existing atau gestasi, tapi umumnya meningkat setelahnya. Setelah persalinan kebutuhan insulin menurunkan kembali dengan cepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan secara hati-hati terhadap kadar gula darah dan dilakukan pengawasan oleh dokter. Pada wanita menyusui perlu dilakukan penetapan dosis dan diet.

Interaksi: 

lihat lampiran 1 (insulin).

Kontraindikasi: 

hipersensitif terhadap insulin glargin.

Efek Samping: 

lihat keterangan pada insulin; gangguan penglihatan yang bersifat sementara, pada pasien dengan retinopati berat, serangan hipoglikemia berat dapat menyebabkan kehilangan penglihatan sementara; efek samping lain yang jarang terjadi yaitu: reaksi antibodi terhadap insulin, retensi natrium, udema, bronkospasme, penurunan tekanan darah, circulatory collapse (shock), dan reaksi alergis berat yang pada kondisi tertentu dapat mengancam jiwa.

Dosis: 

diberikan subkutan berdasarkan penetapan secara individu. Tidak untuk diberikan secara intravena. Konseling: Perlihatkan wadah pada pasien dan harus dipastikan bahwa pasien mengerti cara penggunaan obat.

INSULIN ISOPHANE (INJEKSI INSULIN ISOPHANE; INJEKSI INSULIN ISOPHANE PROTAMIN; INSULIN ISOPHANE-KERJA SEDANG)

Indikasi: 

diabetes mellitus.

Peringatan: 

lihat di bawah insulin soluble, anak (bagian 6.1.1.1).

Efek Samping: 

lihat di bawah insulin soluble (bagian 6.1.1.1); protamin dapat menyebabkan reaksi alergi.

Dosis: 

Dengan injeksi subkutan, sesuai kebutuhan.

Keterangan: 

Insulin suspensi steril berasal dari babi atau sapi atau insulin human dalam bentuk kompleks diperoleh dengan menambahkan protamin sulfat atau protamin lain yang sesuai.

INSULIN ISOPHANE BIPHASIC

Indikasi: 

diabetes mellitus.

Peringatan: 

lihat di bawah insulin (bagian 6.1.1.1).

Efek Samping: 

lihat di bawah insulin (bagian 6.1.1.1); protamin dapat menyebabkan reaksi alergi.

Dosis: 

Dengan injeksi subkutan, sesuai kebutuhan.

Keterangan: 

Insulin suspensi steril berasal dari babi atau sapi atau insulin human dalam bentuk kompleks diperoleh dengan menambahkan protamin sulfat atau protamin lain yang sesuai.

INSULIN LISPRO BIPHASIC (INSULIN KERJA SEDANG)

Indikasi: 

diabetes mellitus.

Peringatan: 

lihat di bawah insulin soluble dan Insulin lispro (bagian 6.1.1.1).

Efek Samping: 

lihat di bawah insulin soluble (bagian 6.1.1.1); protamin dapat menyebabkan reaksi alergi.

Dosis: 

Dengan injeksi subkutan, 15 menit sebelum atau sesudah makan, sesuai kebutuhan.