5.6.8 Strongiloides

Strongyloides stercoralis dewasa hidup dalam usus dan menghasilkan larva yang dapat menembus dinding usus dan menyusup ke jaringan, dan menimbulkan siklus autoinfeksi. Tiabendazol merupakan obat pilihan untuk dewasa (efek samping pada pasien lansia cukup berat). Obat ini diberikan dengan dosis 25 mg/kg bb (maksimum 1,5 g) tiap 12 jam selama 3 hari. Albendazol merupakan alternatif dengan efek samping yang lebih ringan. Dosis albendazol adalah 400 mg dua kali sehari selama 3 hari. Bila perlu dapat diulangi setelah 3 minggu. Ivermektin dengan dosis 200 mcg/kg bb/hari selama 2 hari merupakan obat yang paling efektif untuk infeksi Strongyloides kronis. Di Indonesia juga beredar Pirantel Pamoat.

Monografi: 

PIRANTEL PAMOAT

Indikasi: 

untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh parasit-parasit saluran pencernaan berikut Cacing kremi (Enterobius vermicularis, thredworm, pinworm), Cacing gelang (Ascaris lumbricoides, roundworm), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale, hookworm), Cacing tambang (Necator americanus, hookworm), Trichostrongilus colubriformis dan Trichostrongilus orientalis), baik yang terdapat tunggal, maupun infeksi campuran; adanya infeksi yang disebabkan salah satu dari kelima parasit pada salah satu anggota keluarga atau kelompok orang yang berdekatan dapat menjadi pertanda adanya juga infeksi pada anggota keluarga lainnya; pada keadaan begini dianjurkan pemberian pirantel pamoat kepada seluruh anggota keluarga (pemberian menyeluruh) lingkungan dan pakaian untuk memusnahkan telur-telur cacing dan mencegah terjadinya infeksi berulang.

Peringatan: 

kehamilan, anak usia di bawah 2 tahun, gangguan fungsi hati.

Efek Samping: 

hilangnya nafsu makan, kejang perut, mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing, rasa mengantuk, sukar tidur, dan merah-merah pada kulit.

Dosis: 

dosis pirantel pamoat yang dianjurkan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh Enterobius vermicularis, Ascaris lumbricoides, Ancylostoma duodenale, Necator americanus, Trichostrongilus colubriformis dan orientalis adalah 10 mg pirantel basa, setiap kg berat badan diberikan secara oral sebagai dosis tunggal; dosis berdasarkan perkiraan berat badan sebagai berikut: dewasa, berat badan > 75 kg, 1000 mg; anak-anak > 12 tahun, berat badan 41-75 kg, 750 mg; 6-12 tahun, BB 22-41 kg, 500 mg; 2-6 tahun, berat badan <12 kg, 250 mg; ½-2 tahun, berat badan < 12 kg, 125 mg. Untuk infeksi yang lebih berat oleh cacing tambang (Necator americanus) dosis yang dianjurkan adalah 20 mg (sebagai basa) setiap kg berat badan, diberikan sebagai dosis tunggal selama 2 hari berturut-turut atau 10 mg (sebagai basa) setiap kg berat badan diberikan sebagai dosis tunggal selama 3 hari berturut-turut.
Infeksi yang hanya disebabkan oleh Cacing gelang (Ascaris lumbricoides) saja dapat disembuhkan dengan dosis 5 mg (sebagai basa) setiap kg berat badan diberikan sebagai dosis tunggal; dosis untuk Ascariasis berdasarkan perkiraan berat badan dan menurut usia sebagai berikut: dewasa, berat badan > 75 kg, 500 mg; anak-anak > 12 tahun, berat badan 41-75 kg, 375 mg; 6-12 tahun, berat badan 22-41 kg, 250 mg; 2-6 tahun, BB 12-22 kg, 125 mg; ½-2 tahun, berat badan < 12 kg, 62,5 mg.
Untuk program pengobatan masal yang ditujukan terhadap investasi dari Ascaris lumbricoides saja, dapat diberikan satu dosis tunggal 2,5 mg pirantel basa per kg bb; dosis berdasarkan perkiraan berat badan pada berbagai tingkat usia sebagai berikut: dewasa, berat badan > 75 kg, 250 mg; anak-anak > 12 tahun, berat badan 41-75 kg, 187,5 mg; 6-12 tahun, berat badan 22-41 kg, 125 mg; 2-6 tahun, berat badan 12-22 kg, 62,5 mg; ½-2 tahun, berat badan < 12 kg, 31,25 mg.